BERAU TERKINI – Menjelang penutupan tahun anggaran, realisasi APBD Berau 2025 dilaporkan masih berada di kisaran 60 persen hingga November lalu.

Situasi ini dinilai mengkhawatirkan karena Pemkab Berau berupaya keras menekan angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), yang pada 2024 tercatat mencapai angka signifikan, lebih dari Rp500 miliar.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyatakan telah melayangkan surat peringatan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk mempercepat laju realisasi anggaran, baik dari APBD murni maupun APBD Perubahan tahun ini.

“Ya, sudah kami peringatkan, karena realisasi baru 60 persen,” tegas Sri Juniarsih.

Sri Juniarsih menjelaskan, realisasi angka baru akan terlihat maksimal pada Desember 2025.

Pasalnya, banyak program dan belanja daerah, terutama kegiatan fisik, masih dalam tahap pengerjaan.

Dari total APBD Berau 2025 senilai Rp5,2 triliun, sekitar 40 persen atau kurang lebih Rp2 triliun anggaran saat ini masih tersimpan di kas pemerintah, yaitu Bank Kaltimtara.

Dana ini bukan dana menganggur, melainkan sudah dialokasikan dan akan dicairkan setelah pihak ketiga (kontraktor) menyelesaikan pekerjaan mereka.

“Biasanya kontraktor memang begitu, mereka memilih menyelesaikan pekerjaan hingga rampung 100 persen baru mengajukan pencairan,” terangnya.

Meskipun optimistis realisasi akan mencapai target, Sri Juniarsih mewanti-wanti potensi kekeliruan atau pekerjaan yang tidak sesuai standar akibat kontraktor yang mengebut proyek di akhir tahun.

Oleh karena itu, Sri Juniarsih terus memantau kualitas pembangunan melalui dinas teknis terkait.

Ia berpesan keras kepada semua kontraktor agar bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaannya.

“Nanti saya yang cek langsung. Kalau tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, kontraktor bisa kami beri rapor merah (blacklist),” pungkasnya. (*/Adv)