TANJUNG REDEB – Sejumlah merk beras premium diduga merupakan beras oplosan, beberapa merk beras premium yang diduga beras oplosan tersebut beredar di swalayan di Berau.

Berdasarkan penelusuran Berauterkini.co.id pada Senin (14/7/2025), di sejumlah swalayan di Tanjung Redeb, Berau, bisa ditemukan merk beras premium yang diduga beras oplosan.

Merk-merk beras tersebut merupakan produksi Wilmar Group seperti beras merk Fortune dan Sania. Terlihat beras dengan merk Fortune dan Sania tersedia di sejumlah swalayan di Tanjung Redeb, Berau.

Secara kasat mata, tidak ada perbedaan signifikan antara merk beras premium yang diduga beras oplosan dengan merk beras premium lainnya.

Beras premium merk Fortune dari Wilmar Group yang diduga beras oplosan
Beras premium merk Fortune dari Wilmar Group yang diduga beras oplosan

Kemasan beras Fortune dan Sania itu terpajang di swalayan bersama dengan beras premium merk lainnya.

Beras premium dengan merk Fortune dan Sania yang diduga beras oplosan itu dijual dalam kemasan 5 kilogram dan kemasan 20 kilogram.

Berauterkini.co.id telah menghubungi Kadis Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan dan Kadiskoperindag Berau, Eva Yunita, terkait beredarnya merk beras premium yang diduga beras oplosan.

Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban dari keduanya.

Beras premium merk Fortune dan Sania dari Wilmar Group yang diduga beras oplosan
Beras premium merk Fortune dan Sania dari Wilmar Group yang diduga beras oplosan

Kementan Ungkap Ratusan Merk Beras Premium Ternyata Oplosan

Sebelumnya diberitakan, Kementan mengungkap ada ratusan merk beras premium yang ternyata beras oplosan.

Beras oplosan yang dimaksud adalah beras premium yang tidak memenuhi ketentuan aturan beras premium mulai dari melanggar ketentuan kualitas beras, volume, maupun harga eceran tertinggi (HET).

Temuan ini merupakan kolaborasi antara Kementan dengan Satgas Pangan. Menurut Mentan Amran Sulaiman, jumlah beras premium yang ternyata beras oplosan mencapai ratusan dari berbagai merk.

“Ada 212 yang ditemukan Kementan dan Satgas Pangan bersama-bersama. Itu tidak sesuai dengan regulasi yang ada,” kata Amran Sulaiman, Sabtu (12/7/2025) dikutip dari Beritasatu.

Menurut Amran Sulaiman, pihaknya telah melaporkan temuan itu ke Kejagung untuk diproses. Proses hukum juga tengah dilakukan oleh Satgas Pangan Polri.

“Mudah-mudahan ini diproses cepat. Kami berharap ini ditindak tegas,” harapnya.

Lebih jauh, Amran Sulaiman berjanji akan mengumumkan 212 merk beras oplosan itu. Ratusan merk beras tersebut akan diumumkan secara bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan Satgas Pangan.

“Nanti kami munculkan merek yang tidak sesuai standar. Mohon kepada pembeli memperhatikan merek yang tidak sesuai standar,” ucapnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (pertanian.go.id)

Dia berharap masyarakat dapat mengetahui merek apa saja yang merupakan beras oplosan jika sudah diumumkan. Sekaligus juga dapat menjadi pedoman jika ingin membeli beras premium

“Kita harap diketahui masyarakat Indonesia supaya tidak tertipu mereknya. Ini yang sesuai standar dan yang tidak,” katanya.

Sementara itu, Satgas Pangan Polri membenarkan telah memeriksa empat produsen beras terkait temuan Kementan soal beras oplosan.

Ketua Satgas Pangan Polri yang juga Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Benar, saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan,” ujar Brigjen Pol Helfi Assegaf.

Adapun perusahaan-perusahaan yang dimintai keterangan oleh Satgas Pangan Polri antara lain Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Keempatnya diperiksa berdasarkan sampel beras kemasan dari berbagai daerah yang sebelumnya dikumpulkan oleh Satgas Pangan.

Dihimpun Berauterkini.co.id, berikut ini sejumlah merk beras premium yang diduga beras oplosan:

-Sania, Sovia, Fortune, Siip (Wilmar Group).

-Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, Setra Ramos (Food Station Tjipinang Jaya)

-Raja Platinum, Raja Ultima (PT Belitang Panen Raya)

-Ayana (PT Sentosa Utama Lestari/Japfa Group)