BERAU TERKINI – UEFA resmi memberikan sanksi skors satu pertandingan kepada penyerang Benfica Gianluca Prestianni atas dugaan perbuatan rasis ke pemain Real Madrid Vinicius Junior.

Atas putusan itu, Gianluca Prestianni tak bisa mengikuti laga final play-off leg 2 Champions League di Stadion Santiago Bernabeu, pada Kamis (26/2/2026) nanti.

Keputusan itu diberikan UEFA merujuk pada kasus yang terjadi saat leg pertama di kandang Benfica, Lisbon.

Saat itu, Vinicius Junior melayangkan protes karena telah dihina sebagai ‘monyet’ oleh Gianluca Prestianni.

Vinicius Junior saat menerima celaan dari pemain Benfica Gianluca Prestianni. (threads/@fabrizioromano)
Vinicius Junior saat menerima celaan dari pemain Benfica Gianluca Prestianni. (threads/@fabrizioromano)

“Badan Pengawasan, Etika dan Disiplin UEFA (CEDB) hari ini memutuskan untuk menangguhkan sementara Mr. Gianluca Prestianni dari satu (1) pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya yang seharusnya ia ikuti, atas pelanggaran awal Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA (DR) terkait perilaku diskriminatif,” bunyi surat UEFA di laman resminya.

“Keputusan ini tidak menghalangi putusan apa pun yang mungkin diambil oleh badan disiplin UEFA setelah penyelesaian penyelidikan yang sedang berlangsung dan penyampaiannya kepada badan disiplin UEFA. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini akan diumumkan pada waktunya,” sambung surat tersebut.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Real Madrid.

Namun sebelumnya Manajemen Real Madrid menegaskan akan membantu UEFA dalam mengungkap kasus pelecehan rasial kepada Vinicius Junior pekan lalu.

Real Madrid resmi menyerahkan bukti ke UEFA dalam kasus rasisme yang diterima Vinicius Junior.

Saksi dan bukti digital dilampirkan dalam berkas itu.

Berkas itu berkaitan dengan insiden rasisme yang diterima Vinicius Junior, saat Real Madrid bertemu Benfica di Champions League.

Dalam kasus ini manajemen Real Madrid akan bersikap terbuka dan mengambil peran aktif untuk menyelesaikan dugaan dalam kasus itu.

“Klub kami telah aktif bekerjasama (kasus rasis Vinicius Junior) ke UEFA,” tulis pernyataan resmi Real Madrid di laman resminya.

Dengan begitu, secara resmi pula penyerang Benfica Gianluca Prestianni dilaporkan ke UEFA atas dugaan perlakuan rasis ke Vinicius Junior.

Manajemen Los Blancos berterimakasih atas keaktifan Vinicius Junior yang melaporkan kasus tersebut saat pertandingan.

Sebuah sikap yang dianggap telah memberikan ketegasan terhadap kampanye anti-rasisme.

“Terima kasih atas dukungan banyak pihak ke pemain kami, Vinicius Junior,” lanjutnya.

Sebagai klub sepakbola profesional, Real Madrid menegaskan komitmennya untuk memberantas rasisme, kekerasan dan kebencian di dunia olahraga.

“Kami akan berkolaborasi dengan semua lembaga dalam langkah ini,” tegas Real Madrid.