BERAU TERKINI – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Timur di Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Jumat (9/1/2026) lalu menyisakan catatan kelam bagi Pemerintah Kabupaten Berau.

Di tengah pesta tahunan tersebut, rombongan dari Bumi Batiwakkal harus pulang dengan tas yang jauh lebih ringan dibanding masa kejayaannya.

Berau hanya mampu mengamankan dua Arindama yakni di sektor Kelautan dan Perikanan serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Capaian minimalis ini menempatkan daerah ini di posisi keempat, tertinggal sangat jauh dari Kota Balikpapan yang memborong 15 penghargaan sebagai Juara Umum.

Untuk memahami betapa curamnya penurunan ini, Agay dan Ulay perlu mengetahui data perolehan panji dari tahun ke tahun. Pada era Panji Keberhasilan tahun 2021, Berau tampil digdaya dengan menyabet 11 panji dari total 55 kategori yang diperebutkan.

Kala itu, Berau tidak hanya jago kandang di sektor Pariwisata. Daerah paling utara ini mampu membuktikan keunggulan di sektor vital seperti Ketahanan Pangan, Lingkungan Hidup, Perkebunan, hingga Pemberdayaan Perempuan.

Namun, dominasi itu rontok seketika pada tahun 2022. Perolehan Berau anjlok drastis menjadi hanya 5 panji. Sektor Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan yang sebelumnya menjadi kebanggaan, mendadak hilang dari daftar juara.

Sempat ada angin segar pada 2024 saat Berau berhasil menaikkan capaian menjadi 7 panji. Sektor Ketahanan Pangan dan Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang sempat lepas, berhasil direbut kembali melengkapi sektor Pariwisata yang memang menjadi langganan juara.

Sayangnya, tren positif itu tidak berumur panjang. Memasuki era Arindama pada 2025 dan 2026, di mana kategori dipangkas menjadi lebih selektif (sekitar 25 penghargaan), performa Berau justru kembali terjun bebas.

Tren Prestasi Kabupaten Berau

(HUT Kaltim 2021-2026)

● Titik Biru = Jumlah Penghargaan Sumber: Olahan Data Resmi

Sektor-sektor krusial seperti Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, Adminduk, Perkebunan, hingga Pemberdayaan Masyarakat Desa kini benar-benar absen dari lemari penghargaan Pemkab Berau.

Dalam dua tahun terakhir, Berau seolah hanya bertumpu pada “napas tua” sektor Pariwisata dan Perikanan. Bandingkan dengan Balikpapan yang pada tahun 2026 ini mampu memborong 15 Arindama, membuktikan bahwa pengurangan kategori bukanlah alasan untuk berhenti berprestasi.

Hilangnya penghargaan di sektor pelayanan dasar ini menjadi alarm keras bahwa inovasi di Organisasi Perangkat Daerah terkait sedang jalan di tempat.

Kendati grafik prestasi merosot tajam secara kuantitas dan kualitas, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas tetap memberikan apresiasi atas upaya jajarannya.

Sri memandang dua penghargaan yang diterima saat ini tetaplah buah dari kerja kolektif di tengah persaingan yang makin kompetitif. Ia berharap sisa prestasi ini menjadi pemicu semangat untuk mendongkrak kembali kualitas pembangunan di berbagai sektor yang sempat hilang.

“Agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Sri.