BERAU TERKINI – Dukungan agar Presiden ke-2 RI Soeharto menjadi pahlawan nasional terus berdatangan.

Menbud Fadli Zon yang juga Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) mengusulkan 24 nama calon pahlawan nasional kepada Presiden Prabowo.

Dari 24 nama calon pahlawan nasional tersebut ada nama Presiden ke-2 RI Soeharto.

Sejumlah pihak utamanya koalisi masyarakat sipil menolak Presiden ke-2 RI Soeharto menjadi pahlawan nasional.

Alasannya, Soeharto diduga terlibat dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM hingga kasus korupsi saat menjabat selama 32 tahun.

Meski demikian, beberapa pihak seperti organisasi keagamaan yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama atau NU memberikan dukungan atas penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Dilansir laporan CNN, petinggi Muhammadiyah dan NU mengaku mendukung penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan Soeharto memiliki jasa yang besar terhadap bangsa Indonesia.

“Kami mendukung Bapak Soeharto sebagai pahlawan nasional karena beliau sangat berjasa kepada Republik Indonesia, sejak masa revolusi kemerdekaan hingga masa pembangunan,” kata Dadang Kahmad dikutip dari CNN.

Menurutnya, Soeharto memiliki sejumlah prestasi yang patut dibanggakan saat memimpin Indonesia. Mulai dari swasembada beras, hingga program KB.

Dirinya pun mengajak semua pihak untuk bersatu dan menghargai jasa para pemimpin Indonesia.

“Ketika kita menghargai jasa kepahlawanan seseorang, jangan dilihat dari perbedaan politik atau kepentingan apapun, kecuali kepentingan bangsa dan negara, terlepas dari kekurangan dan kesalahan seseorang,” ucapnya.

Presiden ke-2 RI, Soeharto (Instagram/@cendana.archives)
Presiden ke-2 RI, Soeharto (Instagram/@cendana.archives)

Dukungan juga disampaikan oleh Ketua PBNU Gus Fahrur, dia menyampaikan peran besar Soeharto dalam pembangunan dan menjaga stabilitas politik.

Menurutnya, baik Soeharto dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur layak diberikan gelar pahlawan nasional.

“Pak Harto berjasa besar dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi. Di masa beliau, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu macan ekonomi baru Asia, dengan program pembangunan yang terencana dan stabilitas ekonomi serta keamanan yang tinggi,” kata Gus Fahrur.

“Keduanya punya jasa luar biasa dalam membangun bangsa di masa-masa sulit. Menetapkan mereka sebagai Pahlawan Nasional bukan berarti meniadakan kritik atas kekurangan yang pernah ada, tetapi bentuk penghargaan atas jasa besar yang telah mereka berikan,” jelasnya.

Menbud Fadli Zon (YouTube/BPMI Setpres)
Menbud Fadli Zon (YouTube/BPMI Setpres)

Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Sebelumnya diberitakan, Menbud Fadli Zon menyampaikan 49 usulan calon pahlawan kepada Presiden Prabowo, 24 di antaranya adalah prioritas.

Menteri Kebudayaan atau Menbud Fadli Zon mengatakan, pihaknya telah menyampaikan usulan daftar calon pahlawan nasional kepada Presiden Prabowo.

Menurut Fadli Zon, ada 49 nama calon pahlawan yang diusulkan kepada Presiden Prabowo.

Di mana 24 nama di antaranya merupakan prioritas Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan atau Dewan GTK untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

“Ada 40 nama calon pahlawan nasinoal, dan 9 nama yang merupakan bawaan atau carry over dari sebelumnya jadi totalnya ada 49 nama,” ujar Fadli Zon dikutip dari YouTube BPMI Setpres, Rabu (5/11/2025).

“Dan sekarang tentu kita mendekati hari pahlawan, dan kita menyampaikan ada 24 nama dari 49 itu yang menurut Dewan GTK mungkin bisa menjadi prioritas,” tambahnya.

Fadli Zon menjelaskan dari 24 nama tersebut ada nama mantan Presiden RI yakni Soeharto hingga Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Tak hanya mantan Presiden RI, nama aktivis buruh yakni Marsinah juga memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional.

Menurutnya, semua nama yang telah diusulkan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

“Untuk nama-nama itu memang semuanya memenuhi syarat, termasuk nama Presiden Soeharto, itu sudah 3 kali bahkan diusulkan, dan juga beberapa nama lain, semua memenuhi syarat,” ucapnya.

“Gus Dur itu juga masuk yang kita seleksi, saya kira semuanya memenuhi syarat, ya (Marsinah) itu kan diusulkan oleh tokoh-tokoh buruh dan organisasi buruh,” jelasnya.

Lebih jauh, Fadli Zon menyampaikan belum mengetahui berapa nama yang nantinya akan ditetapkan oleh Presiden Prabowo sebagai pahlawan nasional.