BERAU TERKINI – Istana menegaskan desakan untuk reformasi Polri bukan untuk menggantikan Kapolri.

Desakan untuk reformasi institusi kepolisian bukan bertujuan untuk mengganti Kapolri yang saat ini dijabat oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Wamensesneg Juri Ardiantoro mengatakan upaya Presiden Prabowo yang akan membentuk Komisi Reformasi Polri juga bukan untuk mengganti Kapolri.

“Enggak dong, enggak ada (ganti kapolri),” kata Juri Ardiantoro, Senin (15/9/2025) dikutip dari Beritasatu.

Konferensi pers bulan Kemerdekaan
Wamensesneg Juri Ardiantoro dalam Konferensi pers bulan Kemerdekaan (YouTube/Beritasatu)

Pihaknya juga meminta publik menunggu kebijakan yang akan diambil oleh Presiden Prabowo terkait reformasi Polri termasuk terhadap nama-nama yang akan mengisi Komisi Reformasi Polri.

“Kalau presiden sudah menyampaikan kebijakan, nanti secara teknis seperti apa ya kita tunggu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, isu pergantian Kapolri menguat dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa nama jenderal bintang tiga polisi atau berpangkat Komjen disebut berpeluang gantikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Salah satu nama yang disebut-sebut berpeluang menjadi Kapolri berikutnya adalah Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto.

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto
Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto (Instagram/@ suyudiarioseto.official)

Namun, Komjen Suyudi Ario Seto membantah isu tersebut. Dia mengatakan fokus bertugas di BNN RI.

“Saya sampaikan pada kesempatan ini, isu tersebut tidak benar. Saya sedang fokus melaksanakan tugas di BNN,” ujar Komjen Suyudi Ario Seto, Senin (15/9/2025) dikutip dari CNN Indonesia.

Dia meminta kepada masyarakat agar tugasnya memberantas narkoba mendapatkan dukungan, dirinya juga kembali membantah kabar pergantian Kapolri tersebut.

“Tolong, dukung saya. Jadi, sekali lagi saya sampaikan bahwa berita itu tidak benar,” ujarnya.