BERAU TERKINI – Jumlah turis yang berkunjung ke Berau mencapai lebih dari 65.000 orang, Disbudpar Berau mencatat jumlah turis di tahun 2025 mengalami kenaikan signifikan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Berdasarkan catatan Disbudpar Berau, total kunjungan ke 18 daya tarik wisata unggulan mencapai 65.199 orang.
Kepala Bidang Usaha Jasa Sarana Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah, mengungkapkan bahwa mayoritas kunjungan masih didominasi wisatawan nusantara (wisnus), dengan jumlah mencapai 64.779 orang, sementara wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 420 orang.

“Data ini yang menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berwisata di Berau selama libur Nataru cukup tinggi, terutama ke destinasi alam unggulan yang sudah dikenal luas,” ujar Nurjatiah.
Ia merinci, wisata kuliner Gunung Tabur tertinggi mencapai 12.500, disusul Air Panas Asin Pemapak menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi, mencapai 10.127 wisatawan.
Kemudian Pulau Derawan dengan 8.440 kunjungan, serta Telaga Biru Nek Lenggo sebanyak 8.238 orang. Sementara itu, Labuan Cermin mencatat 7.166 kunjungan, termasuk empat wisatawan mancanegara.
Destinasi lainnya seperti Pulau Maratua juga menarik minat wisatawan dengan total 1.050 kunjungan, yang terdiri dari 882 wisnus dan 168 wisman.
Adapun wisata Tepian Ahmad Yani (Kapal Susur Sungai) dikunjungi 284 orang selama periode libur tersebut.

Sementara itu, secara kumulatif sepanjang tahun 2025, Disbudpar Berau mencatat total kunjungan wisatawan mencapai 782.266 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 776.920 wisatawan nusantara dan 5.346 wisatawan mancanegara.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, total kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 557.214 orang, sedangkan pada 2023 berada di angka 422.592 orang.
Kenaikan ini menandakan pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Berau yang semakin konsisten pascapandemi.
Nurjatiah menambahkan, capaian kunjungan selama Nataru maupun sepanjang tahun 2025 menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata daerah, sekaligus bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan, amenitas, dan promosi ke depan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan kualitas destinasi dan layanan pariwisata, termasuk penguatan ekonomi kreatif di sekitar kawasan wisata agar dampak ekonominya semakin dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)
