BERAU TERKINI — Suasana haru dan hangat menyelimuti Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Redeb, Sabtu (21/2/2026).
Melalui Program MESRA atau Momen Bersama Keluarga, warga binaan mendapat kesempatan berbuka puasa bersama keluarga tercinta di dalam rutan.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Tangis bahagia pecah saat para warga binaan kembali dipertemukan dengan orang tua, pasangan, maupun anak-anak mereka dalam suasana yang tertib dan penuh kekeluargaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana, mengatakan, Program MESRA merupakan bentuk pembinaan humanis yang tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban.
“Kami ingin mereka tetap merasakan dukungan moral dari keluarga, khususnya di bulan Ramadan yang penuh makna,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, Program MESRA merupakan inisiatif dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, yang dilaksanakan serentak di seluruh UPT Lapas dan Rutan di kedua provinsi tersebut.
Menurut Rian, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses pembinaan.
Pertemuan secara langsung dalam suasana religius, seperti buka puasa bersama, diyakini mampu memberikan energi positif bagi warga binaan untuk menjalani masa pidana dengan lebih baik.
“Kami tetap menerapkan prosedur keamanan yang berlaku. Namun di sisi lain, kami juga ingin memastikan hak-hak pembinaan warga binaan terpenuhi, termasuk hak untuk menjaga hubungan dengan keluarga,” paparnya.
Salah satu perwakilan keluarga warga binaan mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyebut momen buka puasa bersama menjadi kesempatan berharga untuk kembali mempererat tali silaturahmi.
“Kami sangat berterima kasih. Momen ini sangat berarti bagi kami bisa kembali berkumpul walau dalam suasana yang berbeda,” ungkapnya.
Rian menambahkan, Program MESRA akan dijadwalkan selama Ramadan dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Pihaknya berkomitmen mendukung program pembinaan berorientasi kemanusiaan guna mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, sinergis, transparan, dan inovatif.
“Harapan kami, hubungan keluarga tetap terjaga. Mereka juga memiliki semangat baru untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (*)
