BERAU TERKINI – Bagaimana bisa dua mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) setara dan administrasi lengkap memiliki nasib yang berbeda saat mendaftar beasiswa? Pertanyaan inilah yang kini memicu tuntutan transparansi terhadap program Beasiswa Berau Cerdas.
Kritik tajam ini datang dari Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB) Cabang Makassar. Ketua KPMKB Makassar, Khairul Bakhtiar, mengungkap adanya kejanggalan dalam proses seleksi yang menimbulkan keraguan akan keadilan program tersebut.
Ia mencontohkan kasus nyata yang dialami langsung oleh rekannya sebagai bukti adanya masalah dalam sistem seleksi.
“Dua kawan saya, sama-sama mengurus administrasi dan memiliki IPK yang setara. Tapi hasilnya berbeda, satu dinyatakan lolos, satunya lagi ditolak, tanpa ada penjelasan apa pun,” ungkap Khairul kepada Berau Terkini, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, penolakan tanpa keterangan resmi inilah yang menjadi pangkal masalah. Kondisi ini berbeda jauh dengan program Beasiswa Kaltim Tuntas era Gubernur Isran Noor, di mana setiap pendaftar yang gagal justru mendapat penjelasan alasan penolakannya.
“Itu membuktikan transparansi sebenarnya bisa dilakukan,” tegasnya.
Atas dasar itu, KPMKB mendesak Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Berau selaku pelaksana untuk membuka secara penuh sistem seleksi dan distribusi dana beasiswa, mulai dari kriteria penilaian hingga alur penyalurannya.
Selain seleksi, mahasiswa juga menyoroti tidak adanya keterbukaan dalam distribusi anggaran, sehingga publik tidak mengetahui apakah semua penerima benar-benar menerima haknya secara utuh.
“Hanya dengan keterbukaan penuh, Beasiswa Berau Cerdas bisa benar-benar kembali ke tujuannya, memberi peluang pendidikan yang adil bagi generasi muda Berau,” tutup Khairul. (*)
