BERAU TERKINI – Kebersihan kawasan tepian sering menjadi sorotan karena ramainya pengunjung setiap hari dan menghasilkan banyak sampah.

Oleh karena itu, para pedagang sepakat untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih sebulan sekali untuk menjaga kebersihan lingkungan tepian.

“Mulai jam tujuh tadi saya sudah datang ke sini, sebulan sekali,” kata Rini, salah satu pedagang pagi di Tepian Teratai, kepada Berauterkini, Kamis (6/11/2025).

Menurut Rini, hal yang menjadi masalah adalah ketika ada pedagang yang tidak ikut melaksanakan bersih-bersih tersebut.

Pada kegiatan bersih-bersih kali ini, pedagang yang berpartisipasi berjumlah puluhan orang yang didominasi pedagang pagi.

“Pedagangnya nggak datang semua, padahal kerja baktinya siang sama malam, tapi yang malam nggak ada yang datang, ada pun paling berapa orang,” sambung Rini.

Rini juga mengeluhkan jarangnya pedagang malam yang datang. Padahal rombong dagangan mereka yang paling banyak. 

Seharusnya, kata Rini, ada pihak yang bisa memberikan teguran untuk pedagang yang tidak mau berkontribusi saat gotong-royong.

Hal itu dilakukan untuk memberikan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

“Seharusnya begitu, tapi ngga ada,” keluh Rini.

Saat pelaksanaan kebersihan bulanan, semua pedagang pagi diliburkan selama satu hari. Namun, untuk pedagang malam masih harus dilihat bagaimana kondisinya.

“Penjual pagi itu kalau kerja bakti begini selalu libur. Kalau yang hari ini bilangnya sih libur semua, tapi enggak tahu nanti,” jelas Rini.

Rini menambahkan, seharusnya ada sanksi untuk yang tidak turun melaksanakan gotong-royong. 

Namun, hingga saat ini, belum ada pedagang yang terkena sanksi karena tidak ikut bersih-bersih.

“Bilangnya sih ada, tapi enggak tahu berlaku atau enggak,” ucap Rini. 

Rini berharap ada sanksi untuk pedagang yang tidak mau membantu bersih-bersih lingkungan tepian.

“Seharusnya ada sanksi dari atas. Jadi sepakat semua kalau turun jam 7 ya jam 7 semua. Ini kan kemarin kesepakatannya jam 7 di grup pagi, enggak tahu kalau grup malam, tapi ini sudah jam berapa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sampah dari pembeli dan pedagang malam yang berserakan di tepian otomatis yang akan membersihkan adalah pedagang pagi. 

“Kalau pagi siang kan kelihatan betul kalau enggak bersih. Kalau kelihatan jorok kan kaya apa. Orang kan kalau mau beli makan diliat dulu bersih apa enggak,” ungkapnya.

“Kalau tempatnya bersih, rombongnya bersih, otomatis makanannya juga bersih. Kalau tempatnya kotor, penjualnya kotor, gerobaknya kotor, pembeli pasti mikir mikir,” jelasnya. (*)