BERAU TERKINI – Masyarakat lokal perlu terlibat dan mendapatkan manfaat dari pengembangan Pulau Kaniungan menjadi destinasi wisata premium.
Pemkab Berau tengah mempersiapkan Pulau Kaniungan sebagai destinasi wisata premium.
Namun, penetapan status tersebut dinilai tidak cukup hanya bermodal label dan keberadaan resort berkelas, tanpa diiringi kesiapan aksesibilitas dan fasilitas pendukung yang memadai.
Pulau seluas sekitar 55 hektare itu dikenal memiliki hamparan pasir putih, terumbu karang, serta kondisi alam yang masih terjaga.
Keindahan tersebut menjadi daya tarik utama, ditambah dengan keberadaan resort berkelas yang menyuguhkan panorama laut biru khas Kepulauan Derawan.
Wabup Berau Gamalis mengatakan, meski kewenangan pengelolaan Pulau Kaniungan berada di tingkat provinsi dan pemerintah pusat, Pemkab Berau tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah difokuskan pada pemetaan sosial dan ekonomi masyarakat agar pengembangan wisata tidak mengesampingkan warga lokal yang telah lama bermukim di Pulau Kaniungan.
“Pengembangan wisata diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pariwisata, perikanan, budaya, kesenian, hingga UMKM masyarakat setempat. Jadi bukan hanya wisatawan yang merasakan manfaatnya, tetapi juga warga,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parisian Mangunsong, mengingatkan agar konsep wisata premium tidak dimaknai sebatas penamaan.
Ia menekankan pentingnya kualitas fasilitas dan aksesibilitas yang menunjang kenyamanan wisatawan.
“Ketika berbicara wisata premium, yang harus diperhatikan bukan hanya label, tetapi pengalaman yang dirasakan wisatawan. Mulai dari akses menuju lokasi, sarana penyeberangan, hingga fasilitas selama berada di destinasi,” tegasnya.
Rudi menilai, tanpa kesiapan tersebut, wisatawan justru berpotensi kecewa dan enggan kembali berkunjung.
Padahal, kesan dan kenyamanan menjadi faktor utama yang mendorong wisatawan untuk datang kembali atau merekomendasikan destinasi kepada orang lain.
“Jangan sampai status premium diberikan, tetapi akses masih sulit dan fasilitas belum memadai. Ini justru bisa merusak citra pariwisata Berau,” tutupnya.(*)
