BERAU TERKINI – Gelombang wisatawan yang membanjiri destinasi unggulan di Kabupaten Berau selama musim libur Idulfitri meninggalkan jejak yang cukup memprihatinkan.
Sejumlah objek wisata kelas dunia, seperti Pulau Derawan dan Pulau Maratua, kini harus bergelut dengan tumpukan berton-ton sampah yang dihasilkan oleh para pelancong.
Petugas kebersihan pun harus bekerja ekstra keras untuk membersihkan sisa-sisa limbah agar ekosistem laut tetap terjaga dan kenyamanan kawasan wisata kembali pulih.
Kepala UPTD Kebersihan Kepulauan Derawan dan Maratua, Mattingara, mengungkapkan, volume sampah di Pulau Derawan melonjak tajam hingga mencapai total 6 ton.
Guna mengangkut tumpukan sampah tersebut, pihaknya mengerahkan dua armada kapal besar, yakni kapal milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta kapal milik pemerintah kampung.
“Muatan kapal DLHK 3 ton dan kapal kampung 3 ton, total 6 ton yang akan dikirim ke lokasi TPS Tanjung Batu,” ungkapnya kepada Berauterkini, Kamis (26/3/2026).
Selain di Pulau Derawan, akumulasi sampah juga terpantau di titik-titik wisata lainnya.
Di Pulau Maratua, petugas mencatat sebanyak 990 kilogram sampah berhasil dikumpulkan, sementara di kawasan dermaga Tanjung Batu angka sampah mencapai kurang lebih 4 ton.
Seluruh sampah yang berasal dari Pulau Derawan akan dimobilisasi melalui jalur laut untuk kemudian dikelola lebih lanjut di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di daratan Tanjung Batu.
Proses pembersihan ini merupakan hasil kerja sama solid antara pihak DLHK dengan petugas kebersihan di tingkat kampung.
Sinergi ini mencakup tiga wilayah krusial, yaitu Tanjung Batu, Pulau Derawan, dan Pulau Maratua.
Koordinasi yang intensif diperlukan agar sampah tidak sampai meluap ke perairan yang dapat mengancam kelestarian terumbu karang serta biota laut lainnya yang menjadi daya tarik utama pariwisata Berau.
Mattingara memprediksi, volume produksi sampah di lokasi-lokasi wisata tersebut akan segera mengalami penurunan signifikan seiring dengan berakhirnya masa libur panjang.
Banyaknya wisatawan yang telah kembali ke daerah asal masing-masing membuat intensitas aktivitas di tempat wisata mulai melandai.
Hal ini memberikan ruang bagi petugas kebersihan untuk menyelesaikan sisa-pengangkutan sampah yang masih tertinggal di lapangan.
Kondisi di lapangan saat ini sudah mulai terkendali dibandingkan beberapa hari sebelumnya saat puncak kunjungan terjadi.
“Saya rasa sudah enggak ya (ada penambahan lagi), mungkin agak berkurang karena sudah banyak yang pulangan. Sudah banyak yang balik dari kemarin itu,” ujarnya.
Meski demikian, kesadaran wisatawan di masa mendatang tetap menjadi kunci agar pesona alam Berau tidak tertutup oleh tumpukan sampah di setiap musim liburan. (*)

