BERAU TERKINI – Pembangunan fisik Balai Latihan Kerja (BLK) Berau ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Namun, meski progres konstruksi berjalan sesuai jadwal, Disnakertrans Berau mengaku belum dapat memastikan waktu peresmian, lantaran dukungan anggaran untuk sarana prasarana belum tersedia.
Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah diminta untuk menyiapkan kebutuhan sarpras BLK sejak beberapa waktu lalu.
Usulan anggaran pun telah disampaikan ke tim anggaran daerah, namun belum mendapatkan persetujuan.
“Desember ini selesai untuk pembangunan fisiknya. Kami sudah diminta mempersiapkan suprasinya, kami sudah mengusulkan anggarannya. Semestinya ada di update tahun ini,” jelas Zulkifli.
“Cuma kelihatannya tidak diberi, semestinya kan tersedia. Kalau tersedia, Januari sudah bisa kita launching. Tapi sampai sekarang kita tidak dapat dana itu.”
Karena belum terpenuhi, Disnakertrans Berau akan kembali mengajukan usulan anggaran pada tahun anggaran berikutnya.
“Kita usulin lagi mulai tahun depan. Mudah-mudahan dengan kondisi keuangan yang terbatas ini bisa menjadi perhatian,” ujarnya.
Zulkifli menegaskan bahwa sarpras merupakan elemen penting agar BLK dapat langsung beroperasi. Selain perlengkapan pelatihan, BLK juga membutuhkan tenaga pengelola, instruktur bersertifikasi, serta operator peralatan.
Terkait program pelatihan, Disnakertrans tetap menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang didominasi sektor pertambangan dan perkebunan.
“Kita melihat apa yang dibutuhkan pasar kerja. Selama ini masih sektor pertambangan dan perkebunan. Jadi latihan alat berat itu yang masih paling dibutuhkan,” jelasnya.
Untuk pelatihan alat berat, pihaknya masih bekerja sama dengan BLK Balikpapan, karena fasilitas lengkap belum tersedia di Berau.
“Kalau alat berat kan tidak bisa di sini. Harus ke BLK yang punya sarana pelatihannya. Jadi kita kirim ke Balikpapan,” katanya.

Sementara untuk pelatihan lainnya, seperti menjahit, keterampilan UMKM, tetap dilaksanakan di Berau dengan mendatangkan instruktur.
Zulkifli mengungkapkan bahwa BLK Berau saat ini baru menyiapkan satu kelas pelatihan, yang rencananya akan difokuskan pada pelatihan alat berat mengingat tingginya permintaan tenaga kerja di sektor tersebut.
“Cuma satu kelas dulu yang disiapkan. Kita utamakan untuk alat berat karena itu yang dibutuhkan,” jelasnya.
Untuk tenaga pengelola BLK, Disnakertrans memastikan akan memanfaatkan ASN yang ada sesuai struktur organisasi.
“Nanti BLK itu pasti butuh operator dan pengelola. Kepala BLK dan tata usahanya itu ASN. Tapi instrukturnya kita kerja sama dengan pihak ketiga yang punya sertifikasi,” jelas Zulkifli.
Menurutnya, pola kolaborasi dengan instruktur eksternal saat ini lebih efektif, sembari daerah menyiapkan SDM pelatih lokal di masa mendatang.
“Kita siapkan sarana-prasarananya, instrukturnya kita datangkan. Yang penting sudah tersertifikasi. Sambil mempersiapkan pelatih kita sendiri,” tambahnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Zulkifli berharap BLK Berau dapat segera beroperasi.
“Kalau sarpras tersedia, BLK bisa cepat kita jalankan. Harapan kita tetap Januari, tapi kembali lagi pada kesiapan anggaran,” pungkasnya.(*)
