TANJUNG REDEB – PT PLN (Persero) UP3 Berau kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui program ‘Light Up The Dream’.

Pihak PT PLN UP3 Berau bersama dengan tamu kehormatan, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK dan Anggota Komisi II DPRD Berau Gideon Andris, melakukan pemasangan secara simbolis kepada salah satu warga di Sambaliung.

Rizki Rhamdan Yusup, sebagai Manager PLN UP3 Berau, menerangkan program tersebut berjalan serentak yang menyasar para keluarga pra-sejahtera di Bumi Batiwakkal. Digelar di Tanjung Redeb dengan jumlah penerima 9 rumah dan di Malinau 6 rumah.

Program Light Up The Dream sendiri merupakan inisiatif sosial yang digagas oleh pegawai PLN secara sukarela. Melalui donasi kolektif, insan PLN membantu warga kurang mampu agar dapat menikmati akses listrik secara layak dan aman.

Dokumentasi bersama usai pemasangan meteran listrik yang diberikan kepada warga di Sambaliung.
Dokumentasi bersama usai pemasangan meteran listrik yang diberikan kepada warga di Sambaliung. (Aidil/BT)

“Dengan program ini, kami ingin mewujudkan mimpi masyarakat yang selama ini belum tersentuh listrik,” ujar Rizki, Kamis (17/7/2025).

Dia menyampaikan, bila pihaknya menyadari program tersebut menjadi jawaban bagi warga yang selama ini belum dialiri listrik lantaran status ekonomi yang belum memadai.

Situasi yang mendorong para pihak untuk mengulurkan tangan memberikan bantuan atas kebutuhan tersbeut agar dapat terpenuhi.

““Kami menyadari bahwa listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tapi juga faktor penting untuk meningkatkan kualitas hidup,” ucapnya.

Sementara itu, Makmur HAPK memberikan apresiasi atas kerendahan hati dan sikap tolong menolong para pegawai PLN yang memberikan kesempatan warga kurang mampu untuk merasakan listrik negara. Menurutnya, program Light Up The Dream dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Tentu saja ini adalah bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat sekitar,” ujar Makmur.

Dikonfirmasi di lokasi yang sama, Gideon Andris turut mengucapkan terimakasih atas kepedulian para pegawai perusahaan BUMN tersebut dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang kurang beruntung.

Kepedulian sosial yang menurutnya harus terus dijaga dan dipupuk. Sebab, masih banyak masyarakat kurang mampu yang saat ini masih membutuhkan akses jaringan listrik.

Dia menilik 21 kampung yang saat ini belum merasakan listrik selama 24 jam. Yang ke depan harus mendapatkan hak untuk menikmati penerangan memadai. Harus merasakan hal yang sama dengan masyarakat di pusat kota.

“Lisrik harus bisa masuk ke kampung, semoga program 2027 itu bisa diwujudkan,” harap Gideon.

Dokumentasi bersama usai pemasangan meteran listrik yang diberikan kepada warga di Sambaliung.
Dokumentasi bersama usai pemasangan meteran listrik yang diberikan kepada warga di Sambaliung. (Aidil/BT)

Warga penerima manfaat, Achmad Sikki, mengutarakan ucapan terimakasih atas komitmen perusahaan listrik negara tersebut dalam memberikan fasilitas listrik secara gratis.

Program yang dia harapkan dapat meluas dan menjangkau para warga yang bernasib sama seperti dirinya. Tentu akan menjadi program ladang amal bagi para punggawa PLN di Berau.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah terang. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman di malam hari. Terima kasih PLN atas bantuannya,” ungkapnya. (*)