TANJUNG REDEB – Produksi cabai rawit di Berau, Kaltim mengalami penurunan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS Berau, produksi cabai rawit hanya mencapai 2.989,54 kuintal pada 2024. Angka ini anjlok dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 5.820,64 kuintal.
Selain itu, produksi cabai rawit di Kecamatan Teluk Bayur, Berau juga mengalami penurunan yang sangat signifikan. Di mana, pada tahun 2024, produksinya hanya mencapai 297,00 kuintal. Padahal, di tahun 2023 mencapai hingga 2.018,00 kuintal.
Selaras dengan hal ini, produksi cabai rawit di Kecamatan Gunung Tabur, Berau juga merosot drastis. Tercatat, pada tahun 2023 produksinya mencapai sebesar 1.880,00 kuintal, sedangkan pada 2024 hanya mencapai 320,00 kuintal.
Disusul oleh Kecamatan Sambaliung Berau, yang juga mengalami penurunan produksi cabai rawit pada tahun 2024, yang mana hanya mencapai 136,00 kuintal. Padahal, di tahun sebelumya mampu mencapai 493,00 kuintal.
Berbeda dengan kecamatan lainnya di Berau, peningkatan produksi cabai rawit di Kecamatan Segah, Berau justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Tercatat, pada tahun 2024 mampu mencapai hingga 265,39 kuintal. Sementara pada tahun sebelumnya hanya 32,64 kuintal.
Hal serupa juga dirasakan Kecamatan Batu Putih. Adapun produksi cabai rawitnya mencapai sebesar 775,95 kuintal pada 2024. Padahal, pada tahun sebelumnya hanya mampu mencapai 118,30 kuintal.
Sebagai informasi, cabai rawit juga termasuk ke dalam komuditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi secara tahunan atau year on year (yoy).
Di mana, pada Juli 2025 cabai merah dan cabai rawit, mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,03 persen.
Sedangkan secara yoy, besaran inflasi di Berau pada Juli 2025 mengalami penurunan menjadi 1,77 persen, dibandingkan dengan tahun sebelumnya di bulan yang sama, mencapai 2,58 persen.
BPS Berau juga mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,65, disusul tingkat inflasi secara year to date (y-to-d) yang mencapai 1,30 persen.
