BERAU TERKINI – Pelatih Benfica Jose Mourinho angkat bicara setelah Gianluca Prestianni dituduh berucap rasis kepada Vinicius Junior.
Jose Mourinho menyebut sejarah klub asuhannya dibesarkan oleh orang kulit hitam, Eusebio.
Pernyataan Jose Mourinho itu menanggapi aksi Vinicius Junior melayangkan protes atas tindakan berbau rasisme yang diterima penyerang Real Madrid itu dalam laga play off leg 1 Champions League.
Jose Mourinho menilai, pemain sekelas Vinicius Junior seharusnya bisa menjaga semangat kemenangan pasca mencetak satu gol.
Menurut Jose Mourinho, Vinicius Junior seharusnya tidak memprotes ocehan pemain lawan yang belum diketahui kebenarannya.
“Setiap pertandingan yang diikuti Vinicius pasti ada sesuatu yang terjadi,” tegas Jose Mourinho, mengutip laporan The Athletic.

“Ketika kau mencetak gol, kamu harusnya selebrasi dan kembali ke posisi,” ucap Jose Mourinho.
Jose Mourinho menekankan bila dirinya mencoba untuk bersikap independen.
Ia menjawab diplomatis dengan tidak mengatakan percaya terhadap Gianluca Prestianni atau tidak percaya terhadap Vinicius Junior.
“Saya mencoba untuk independen,” tegas Jose Mourinho.
Sebelumnya, Vinicius Junior melayangkan protes kepada wasit setelah mendapatkan perilaku pelecehan rasis oleh Gianluca Prestianni.
Saat pertandingan berjalan 50 menit, Wasit Letexier menghentikan pertandingan sampai 8 menit.
Vinicius Junior pun marah. Memilih duduk di bench pemain sebagai bentuk protes.
Pelecehan verbal itu didengar juga oleh Kylian Mbappe, rekan setim Vinicius Junior di Real Madrid.
Dalam pengakuannya, sebanyak lima kali teriakan ‘monyet’ diteriakkan Gianluca Prestianni.
“Ia menyebut monyet sebanyak lima kali,” ungkap Kylian Mbappe, dikutip dalam laman The Athletic.
