BERAU TERKINI – DPR RI menyebut opsi menarik pasukan perdamaian yang bertugas di UNIFIL bisa dilakukan usai tewasnya prajurit TNI.

Seorang prajurit TNI menjadi korban tewas akibat serangan militer Israel ke pos UNIFIL di Lebanon selatan.

Prajurit TNI yang tewas itu diketahui tengah bertugas menjadi pasukan perdamaian UNIFIL itu diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon.

Kini DPR RI meminta pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan prajurit TNI dari tugas pasukan perdamaian di UNIFIL.

Dalam laporan CNN Indonesia, Anggota DPR RI Dave Laksono mengatakan, evaluasi perlu dilakukan guna memastikan keamanan dan keselamatan prajurit Indonesia yang bertugas menjalankan misi PBB.

“Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan atau pun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” kata Dave Laksono dikutip laporan CNN Indonesia.

Dave Laksono menilai, opsi menarik prajurit yang bertugas menjalankan misi PBB juga dilakukan oleh negara lain yakni Italia.

Meski demikian, dirinya meminta opsi menarik prajurit yang bertugas sebagai pasukan perdamaian untuk dipertimbangkan secara matang.

“Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personilnya dari sana,” jelasnya.

“Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi,” katanya.

Pelepasan pasukan perdamaian Satgas Konga untuk UNIFIL di Mabes TNI (Fawdi/BT)
Pelepasan pasukan perdamaian Satgas Konga untuk UNIFIL di Mabes TNI (Fawdi/BT)

Sebelumnya diberitakan, Israel melakukan serangan ke Lebanon Selatan, serangan tersebut juga menyasar lokasi pos UNIFIL pasukan Indonesia di Adchit Al Qusayr.

Serangan pada Minggu (29/3/2026) itu melukai sejumlah prajurit pasukan perdamaian UNIFIL, bahkan seorang prajurit asal Indonesia turut tewas.

Pihak Kemlu RI mengecam keras serangan Israel yang menyebabkan seorang prajurit Indonesia yang bertugas di UNIFIL itu tewas.

Kemlu RI mendorong adanya penyelidikan menyeluruh atas serangan Israel ke pos UNIFIL itu.

“Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” tulis keterangan resmi Kemlu RI.

“Keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional,” tambahnya.

“Setiap tindakan yang membahayakan peacekepeer tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” tegasnya.

Lebih jauh, Indonesia juga menyerukan agar Israel menghormati kedaulatan negara lain dan mematuhi hukum internasional.

“Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan,” katanya.