BERAU TERKINI – Presiden Prabowo menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba yang diungkap oleh Polri dalam setahun terakhir.
Presiden Prabowo hadir dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba hasil pengungkapan selama setahun dari Oktober 2024 hingga Oktober 2025.
Terlihat Presiden Prabowo didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keduanya sempat meninjau tumpukan barang bukti narkoba dengan berat hingga lebih dari satu ton.
Presiden Prabowo juga melihat proses rapid test untuk membuktikan bahwa barang bukti tersebut adalah benar narkoba.

Menurut Presiden Prabowo bangsa Indonesia berhasil diselamatkan dari bahaya narkoba. Dia mengatakan barang bukti narkoba yang berhasil disita oleh Polri bernilai puluhan triliunan rupiah.
Di mana dari pemusnahan tersebut, sebanyak 629 juta jiwa berhasil terhindar dari bahaya narkoba.
“Pemusnahan barang bukti narkoba, hasil bekerjanya Polri selama satu tahun Oktober 2024 – Oktober 2025, yang berhasil mereka sita rebut adalah 218,84 ton, yang nilai uangnya adalah 29,37 triliun rupiah,” kata Presiden Prabowo dikutip dari YouTube BPMI Setpres.
“Dan bila tidak berhasil mereka cegah, mereka sita, mereka tangkap, itu bisa digunakan oleh 629 juta manusia, berarti lebih dari dua kali bangsa Indonesia,” tambahnya.

Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada jajaran Polri yang telah bekerja keras mengungkap penyelundupan narkoba.
Menurutnya, persoalan narkoba menjadi salah satu ancaman besar yang bisa merusak bangsa Indonesia.
“Saya menyampaikan penghragaan saya sebesar-besar kepada seluruh anggota kepolisian di mana pun bertugas,” katanya.
“Memang sewaktu saya menerima mandat sebagai presiden Indonesia, bahkan sebelumnya, waktu saya menyusun program saya, memang saya sudah mengerti saya sadar pemberantasan narkoba ini sangat tinggi,” ujarnya.
“Dan memang saya sadari bahwa segala ancaman terhadap bangsa dan negara ada yang di depan mata, ada yang secara fisik, ada ancaman secara militer, ancaman secara psikologi, ancaman secara politis, ancaman yang besar dan tidak kalah bahaya adalah ancaman narkoba, narkoba ini merusak masa depan bangsa,” jelasnya.
