BERAU TERKINI – Pemerintah pusat bakal melakukan efisiensi anggaran, adapun belanja untuk program MBG tak akan terdampak.
Krisis geopolitik di Timur Tengah berdampak pada potensi kenaikan harga minyak dunia.
Kenaikan harga minyak dunia itu membuat anggaran belanja berpeluang membengkak.
Pemerintah pusat kini tengah mengkaji sejumlah opsi untuk melakukan efisiensi anggaran.
Salah satunya dengan menghemat belanja rutin yang dilakukan oleh kementerian dan lembaga.
Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, efisiensi anggaran yang akan dilakukan meliputi penghematan di belanja jasa, perjalanan dinas.

Kemudian belanja aparatur, hingga pengadaan peralatan, adapun nominal efisiensi anggaran masih dihitung oleh masing-masing kementerian dan lembaga.
“K/L diminta menghitung berapa yang bisa diefisienkan. Angkanya belum final karena yang memutuskan Bapak Presiden,” kata Airlangga dikutip dari laporan Kompas.com
Meski pemerintah pusat akan melakukan efisiensi anggaran, namun penghematan belanja itu tak akan berdampak pada program prioritas pemerintah.
Menurut Airlangga Hartarto, Presiden Prabowo tak berniat untuk memotong anggaran program MBG atau Kopdes Merah Putih.
Alasannya karena program prioritas tersebut memiliki dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.
“Anggaran program unggulan tidak dipotong, sama sekali,” jelasnya.

