BRASIL – Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif resiprokal ke Indonesia sebesar 32 persen tak lama usai Presiden Prabowo hadiri KTT BRICS.

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Brasil. Kehadiran Presiden Prabowo di forum BRICS menjadi yang perdana sejak Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh.

Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan kehadiran Presiden Prabowo di BRICS merupakan sejarah. Dia mengatakan, Indonesia resmi menjadi anggota ke-10 BRICS.

“Ada sejarah baru. Indonesia secara resmi mengikuti KTT BRICS untuk pertama kalinya sebagai anggota penuh, dan ini adalah inisiasi dari Bapak Presiden,” ujar Teddy dalam keterangan pers dikutip dari Beritasatu.

Presiden Prabowo saat hadiri KTT BRICS
Presiden Prabowo saat hadiri KTT BRICS (Instagram/@/presidenrepublikindonesia)

Menurut Teddy, Presiden Prabowo membawa semangat kerja sama dalam kebijakan politik luar negeri Indonesia. Dia mengatakan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS akan membuka kerja sama baru di bidang ekonomi, teknologi hingga keamanan global.

“Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ucapya.

Lebih jauh, Teddy mengungkapkan negara anggota BRICS mewakili ekonomi besar dunia khususnya dari negara berkembang, yang juga merepresentasikan hampir separuh populasi dunia dan menyumbang 35 persen dari PDB global.

Dia mengatakan, tidak semua negara bisa langsung masuk ke dalam BRICS, sehingga kehadiran Indonesia di BRICS menunjukkan kekuatan Indonesia di tingkat global.

“Banyak negara antre untuk bergabung BRICS. Ini menunjukkan bahwa Indonesia makin didengar, makin dipandang, dan makin dibutuhkan di dunia global,” ucapnya.

Usai Presiden Prabowo menghadiri KTT BRICS, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penerapan tarif resiprokal untuk impor barang.

Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 mendatang, dalam tarif baru itu, Indonesia mendapatkan tarif sebesar 32 persen. Menurut Donald Trump, jika negara yang diterapkan tarif baru itu membalas, maka akan dikenakan tarif lebih besar.

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)

“Kalau kalian memutuskan menaikkan tarif kalian, maka angka berapa pun yang kalian tetapkan akan ditambahkan ke tarif 25 persen yang kami kenakan,” tulis Trump dalam surat kepada Jepang dan Korea Selatan, yang dipublikasikan melalui platform media sosialnya, Truth Social.

Tarif-tarif baru ini akan berlaku mulai 1 Agustus 2025 dan tidak akan digabung dengan tarif sektor industri yang sudah lebih dahulu diumumkan, seperti tarif atas mobil, baja, dan aluminium.

Artinya, misalnya, tarif atas mobil asal Jepang tetap sebesar 25 persen . Tarif itu tidak naik menjadi 50 persen, seperti yang terjadi dalam beberapa kebijakan tarif Trump sebelumnya.

Kebijakan Trump membuat negara-negara mitra berusaha keras untuk mencapai kesepakatan dagang dengan AS. Bahkan kebijakan tersebut, setelah Trump memicu perang dagang global pada April 2025 lalu.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia mencoba melakukan negosiasi dengan Donald Trump untuk melonggarkan kebijakan tarif tersebut. Namun, hingga saat ini, hanya dua negara yang berhasil mencapai kesepakatan dengan AS yakni Inggris dan Vietnam.