TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menetapkan fokus baru dalam program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tahun 2025.
Potensi besar dari wilayah pesisir Bumi Batiwakkal kini menjadi target utama untuk dikembangkan menjadi produk-produk unggulan bernilai jual tinggi.
Langkah strategis ini diambil setelah melihat adanya potensi sumber daya alam yang luar biasa di sepanjang pesisir Berau. Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyatakan bahwa produk-produk dari kawasan ini juga sudah mulai menunjukkan taringnya di berbagai pameran hingga tingkat nasional.
Menurutnya, momentum ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pihaknya melihat ini sebagai sebuah peluang emas yang harus dimaksimalkan.
“Kita jangan sampai melewatkan peluang itu,” terang Eva beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan beberapa “harta karun” yang ada di pesisir. Di Kecamatan Talisayan misalnya, terdapat potensi kuliner berbahan dasar ikan yang melimpah serta kerajinan tangan kreatif dari anyaman kantong plastik.
Bergeser ke Kecamatan Biduk-Biduk, potensi kelapa yang dalam setahun bisa menghasilkan hingga 20 ribu butir menjadi daya tarik utama. Saat ini, salah satu produk olahan yang sudah dikenal adalah Nata de Coco, namun masih banyak potensi lain yang bisa digali.
Untuk menggarap potensi tersebut, Diskoperindag kini tengah menyiapkan serangkaian program pelatihan dan pengembangan usaha yang dirancang khusus untuk masyarakat pesisir. Pelatihan ini akan disesuaikan dengan ragam jenis usaha yang ada, mulai dari kuliner hingga kerajinan.
Eva menegaskan, tujuan akhir dari semua ini adalah untuk menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat kampung dan kecamatan. Dengan memiliki produk unggulan, setiap wilayah diharapkan bisa berdaya secara ekonomi.
“Muaranya nantinya adalah bagaimana kecamatan atau kampung itu bisa mandiri dengan produk UMKM dari daerahnya masing-masing,” tutupnya. (Adv/aya)
