BERAU TERKINI – DPRD mendorong penguatan kelompok tani di tengah potensi kopi lokal Berau.

Kabupaten Berau tidak hanya dikenal dengan kekayaan sektor pariwisatanya, tetapi juga memiliki potensi komoditas perkebunan yang menjanjikan, salah satunya kopi lokal khas daerah.

Potensi ini dinilai dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat, jika dikelola secara lebih serius dan terarah.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menilai pengembangan kopi lokal masih membutuhkan dukungan yang lebih kuat, terutama dalam memperkuat kelembagaan petani di tingkat kampung.

Menurutnya, kopi lokal Berau memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai komoditas unggulan daerah. Apalagi beberapa wilayah di Berau telah dikenal memiliki kopi dengan karakter rasa yang khas.

“Potensi kopi ini sebenarnya cukup besar. Jika dikelola dengan baik, komoditas ini bisa membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani di kampung-kampung,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang masih dihadapi petani kopi saat ini adalah belum terbentuknya kelompok tani yang kuat.

Padahal, keberadaan kelompok tani sangat penting untuk mempermudah akses petani terhadap pembinaan, pendampingan, hingga bantuan dari pemerintah.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman.

Karena itu, Sakirman mendorong para petani kopi di Berau untuk mulai membentuk kelompok tani agar pengembangan komoditas ini dapat dilakukan secara lebih terorganisir.

“Kelompok tani menjadi kunci agar petani bisa mendapatkan pembinaan dan bantuan dari pemerintah. Dengan kelembagaan yang kuat, pengembangan kopi juga bisa lebih terarah,” jelasnya.

Selain penguatan kelembagaan, ia juga menilai pengembangan kopi Berau perlu didukung dengan penyediaan sarana produksi yang memadai.

Mulai dari peralatan pengolahan, fasilitas pengeringan, hingga mesin roasting biji kopi agar kualitas produk bisa bersaing di pasaran.

Saat ini, kata dia, banyak kedai kopi di Berau yang masih mendatangkan biji kopi dari luar daerah, untuk memenuhi kebutuhan usaha mereka. Kondisi tersebut sebenarnya menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi.

“Kalau produksi kopi lokal bisa ditingkatkan, tentu kebutuhan pasar di Berau dapat dipenuhi dari hasil perkebunan sendiri. Ini juga bisa membantu meningkatkan pendapatan petani,” tambahnya.

Sakirman berharap, pemerintah daerah dapat terus mendorong pengembangan kopi Berau melalui program pembinaan yang berkelanjutan serta kerja sama lintas sektor.

“Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, kopi Berau berpotensi menjadi komoditas unggulan yang memberikan nilai ekonomi bagi daerah,” pungkasnya.