BERAU TERKINI – Nilai perputaran ekonomi yang besar dari aktivitas bongkar muat ikan di TPI Tanjung Batu, berpeluang menambah sumber PAD untuk Kabupaten Berau.
Sektor perikanan mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau.
Salah satunya melalui pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu yang kini mulai dioptimalkan sebagai sumber pendapatan daerah.
Setelah serah terima pengelolaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) ke Dinas Perikanan (Diskan) Berau pada 3 Oktober 2025, TPI Tanjung Batu diarahkan tidak hanya sebagai fasilitas layanan nelayan, tetapi juga sebagai aset ekonomi daerah.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menyebutkan bahwa secara regulasi, pemanfaatan TPI telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Meski fasilitas yang tersedia masih terbatas, TPI Tanjung Batu sudah mampu memberikan kontribusi PAD.
“Potensi PAD nya cukup besar. Saat ini yang paling optimal adalah penyewaan cold ikan untuk nelayan,” ujarnya.
Data Diskan Berau menunjukkan, pada tahun lalu target PAD dari TPI Tanjung Batu hanya dipatok sebesar Rp20 juta.
Namun realisasinya justru mencapai Rp54 juta atau lebih dari dua kali lipat target. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan ekonomi perikanan daerah.

Menurut Abdul Majid, meski kewenangan pengelolaan TPI secara umum berada di tingkat provinsi, Kabupaten Berau tetap memiliki ruang fiskal melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS). Hal ini karena TPI Tanjung Batu merupakan aset milik pemerintah kabupaten.
“Dalam pembagian pendapatan, Berau mendapat porsi 70 persen, sedangkan provinsi 30 persen. Ini peluang yang bisa terus dikembangkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Diskan Berau masih dapat mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada untuk disewakan kepada nelayan selama sesuai ketentuan.
Namun di sisi lain, keterbatasan fasilitas justru membuka peluang investasi dan peningkatan PAD ke depan.
Sejumlah fasilitas pendukung utama seperti pabrik es, penyediaan bahan bakar minyak (BBM), serta cold storage hingga kini belum tersedia.
Padahal, keberadaan fasilitas tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan aktivitas ekonomi nelayan dan nilai tambah hasil perikanan.
“Belum ada pabrik es, BBM, dan cold storage. Ini sebenarnya peluang besar jika ke depan bisa diwujudkan, karena dampaknya langsung ke peningkatan PAD,” katanya.

Selain itu, Diskan Berau juga merencanakan penambahan sarana lain seperti pembangunan lantai jemur untuk mendukung aktivitas pascapanen nelayan.
Meski kontribusi PAD dari TPI Tanjung Batu saat ini masih relatif kecil, pemerintah daerah menilai langkah ini penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Terlebih, Berau terus didorong untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat dengan menggali potensi ekonomi lokal.
“Bagaimana OPD bisa berinovasi menghasilkan PAD. Walaupun nilainya belum besar, tetap berdampak bagi keuangan daerah,” pungkasnya.(*)
