BERAU TERKINI – Polres Berau melakukan pengawasan maksimal untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersalurkan dengan aman dan tepat sasaran.
Langkah ini diambil guna menjamin kualitas pangan yang diterima oleh masyarakat, khususnya para pelajar dan balita di Bumi Batiwakkal.
Kabag Ops Polres Berau, AKP Kasiyono, menegaskan, pihaknya melakukan pengamanan dan pengawasan secara menyeluruh di setiap tahapan distribusi.
Menurutnya, hal ini krusial agar seluruh rangkaian operasional berjalan sesuai prosedur.
“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan operasional MBG berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran bagi para penerima manfaat,” tegas Kasiyono, Rabu (25/2/2026).

Pemeriksaan intensif dilakukan mulai pukul 08.00-12.00 WITA di titik distribusi Jalan Pemuda Gang Aspol, Kecamatan Tanjung Redeb.
Sebelum makanan sampai ke tangan penerima, petugas terlebih dahulu melakukan uji keamanan pangan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh menu dinyatakan memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi.
“Pemeriksaan keamanan pangan telah dilakukan dan dinyatakan layak konsumsi, aman dan sesuai standar gizi,” jelas Kasiyono.
Keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari yang diwakili Serly Tumiwa, Kepala SPPG Ageng Murya, hingga ahli gizi Resta Apriana.
Selain itu, tim pelaksana teknis yang didukung oleh 39 karyawan turut memastikan proses pengemasan dan distribusi berjalan lancar.
Dalam penyaluran kali ini, tercatat sebanyak 2.299 penerima manfaat yang terbagi di beberapa titik.
Sasaran distribusi mencakup 83 siswa TK Kemala Bhayangkari, 541 siswa SD 002 Tanjung Redeb, 753 siswa SMKN 1 Berau, serta 880 siswa SMAN 1 Berau.
Tidak hanya menyasar pelajar, program ini juga menjangkau 42 balita di Posyandu Kemala Bhayangkari.
Kasiyono menyatakan, seluruh target distribusi berhasil tercapai sesuai dengan perencanaan awal.
Menu yang disajikan pun dirancang beragam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Para pelajar mendapatkan paket berisi roti manis, banana cake, telur, susu UHT, buah pir, hingga jeruk.
Sementara itu, bagi balita di Posyandu, diberikan tambahan nutrisi berupa susu Prenagen, sari kacang hijau, kacang telur, dan telur rebus yang didistribusikan menggunakan dua unit mobil operasional khusus MBG.
Kasiyono berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang generasi muda di Berau.
“Kami berharap program MBG ini dapat membantu pemenuhan gizi generasi muda serta meningkatkan kesehatan anak-anak di Bumi Batiwakkal,” pungkasnya. (*)
