BERAU TERKINI – Kebijakan belanja kendaraan dinas untuk Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar membuat jagat maya tersentak.
Gubernur yang akrab disapa Harum itu melakukan belanja kendaraan dinas mewah tersebut menggunakan APBD Kaltim 2025 di tengah kebijakan efisiensi.
Hal ini yang mulanya dikonfirmasi awak media kepada Sekretaris Provinsi Kaltim Sri Wahyuni.
Belanja mobil itu dilakukan dengan alasan saat ini infrastruktur di Kaltim belum memadai untuk dilintasi kendaraan dengan spesifikasi biasa.
Dia menyebut, kendaraan semahal itu dibutuhkan kepala daerah untuk menunjang aktivitas tinggi kepala daerah ke kampung-kampung via darat.
Jalan berupa jalur tanah kuning dan penuh lumpur, masih menjadi tantangan yang pasti dihadapi rombongan KT 1 saat berkunjung ke kampung di Kaltim.
“Jalur geografis kita tidang ringan,” kata Sri Wahyuni, dihimpun dari berita tayang Berau Terkini.

Dia mengenal figur pemilik nama kondang Harum itu.
Pemimpin yang tak mau membangun infrastruktur kalau tidak melihat langsung kondisi jalan yang akan dibangun.
“Makanya kadang beliau nyetir sendiri, sampai ke titik buntu jalan yang sulit dilintasi,” ujarnya.
Saat turun ke medan berat, rombongan Pemprov Kaltim kerap terhambat hanya karena kendaraan yang digunakan KT 1 sangkut di jalan jelek.
Bahkan tak jarang harus bertukar mobil dengan rombongan untuk melancarkan kunjungan Harum.
“Jadi kepala daerah harus punya kendaraan yang bisa menembus segala macam kondisi jalan,” kata dia.
Sri Wahyuni menyebut, Kaltim saat ini sedang sibuk mendorong akselerasi pematangan kawasan Ibukota Nusantara (IKN).
Mengharuskan kepala daerah untuk memastikan pembangunan kawasan satelit IKN.
Sehingga pengadaan kendaraan tersebut masih dinilai wajar dengan mempertimbangkan sisi kebutuhan kepala daerah.
“Kepala daerah turun langsung, jadi kendaraan yang digunakan harus mendukung,” sebutnya.
Lalu kebijakan belanja itu diterangkan kembali oleh Gubernur Harum.
Dia mengatakan mobil mewah itu dibeli untuk operasional dirinya ketika menjamu tamu di Jakarta.
Bukan mobil yang dibeli oleh pemerintah untuk menunjang kegiatan dirinya selama berada di Kaltim.
“Ada harga ada kualitas,” kata Gubernur Harum.

Hingga saat ini melalui anggaran Pemprov Kaltim, dirinya belum diberikan mobil dinas untuk operasional kedinasan.
Toyota Range Rover berplat KT 1 yang sering dia gunakan merupakan mobil pribadi.
Mobil yang dia laporkan sudah dalam kondisi rusak di bagian bodi.
Sebab, harus melintasi medan yang berat selama berkeliling Kaltim sejak ia menjabat sebagai gubernur.
“Itu tidak ada masalah, karena untuk masyarakat Kaltim,” kata dia.
Kendaraan itu dioperasikan di Jakarta. Digunakan ketika dirinya menjamu tamu yang datang dari luar.
Saat ini, Kaltim dikenal sebagai kawasan Ibukota Nusantara (IKN).
Kendaraan itu yang akan digunakan ketika bertemu dengan tamu kehormatan.
Dengan harga selangit, maka akan memberikan status sosial yang tinggi kepala dearah.
“Masa kepala daerah, mobilnya ala kadarnya saja,” ucapnya.
Ia sebut dirinya sebagai simbol kebanggaan bagi Kaltim.
Sehingga harus dibentengi dengan fasilitas yang memadai untuk menjaga muruah tersebut.
“Kita ini marwahnya masyarakat Kaltim,” tutur dia.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim itu menegaskan, bila belanja kendaraan tersebut telah sesuai dengan aturan.
Di mana dalam Permendagri Nomor 7/2026, kepala dearah diberikan hak mobil dinas jenis sedan 3000 cc dan jenis jeep 4.200 cc.
“Persoalan harga, ada rupa ada harga,” ujarnya.
