BERAU TERKINI – PT PLN (Persero) menegaskan kesiapannya memimpin kolaborasi transisi energi di Kaltim-Kaltara dengan terus memperbanyak infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Komitmen ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) “Penguatan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)” yang digelar di Kantor PLN UP3 Samarinda, Selasa (4/11). FGD ini menyatukan PLN, pemerintah pusat (Kementerian ESDM), pelaku industri, dan akademisi.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan penggunaan kendaraan listrik di Kaltim menunjukkan peningkatan signifikan dan bukan sekadar tren sesaat.
“PLN berkomitmen menghadirkan solusi energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Hingga saat ini, terdapat 77 SPKLU yang telah beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dan jumlahnya akan terus bertambah,” ucap Chaliq, Senin (10/11/2025).

Dukungan penuh juga datang dari Kementerian ESDM. Koordinator Pengujian Ketenagalistrikan BBSP KEBTKE, Slamet Kasbi, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sistem sertifikasi untuk mendukung program konversi motor listrik.
“Kementerian ESDM melalui BBSP KEBTKE telah menyiapkan sistem pengujian… untuk mendukung konversi sepeda motor konvensional menjadi motor listrik. Langkah ini bukan hanya mendukung efisiensi energi, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Slamet.
Pentingnya sinergi lintas sektor turut diamini perwakilan industri. Eko Adji Buwono dari Entrev Indonesia menegaskan bahwa ekosistem ini harus dibangun bersama-sama.
“Kita tidak only membangun pasar, tetapi membangun ekosistem. Diperlukan sinergi kuat antara regulator, PLN, pelaku industri, dan akademisi agar percepatan kendaraan listrik dapat menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan yang luas,” ujarnya.
Chaliq Fadli menambahkan, PLN menyambut baik kolaborasi dengan para pihak yang ingin bermitra dalam penyediaan SPKLU di berbagai wilayah.
“Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi langkah nyata PLN dalam mengonsolidasikan semangat bersama antara pemerintah, industri, dan masyarakat menuju transportasi hijau dan masa depan energi berkeadilan,” tutup Chaliq. (*/adv)
