BERAU TERKINI – Insiden ambruknya plafon di GOR Pemuda Tanjung Redeb menjadi sorotan serius Pemerintah Kabupaten Berau.

Kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. 

Hal itu juga mengingat GOR Pemuda merupakan fasilitas publik yang hampir setiap hari digunakan warga.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh.

Baik bagi pemerintah daerah sebagai pemberi pekerjaan, maupun kontraktor sebagai pelaksana pembangunan di lapangan.

“Saya tekankan kualitas pembangunan dan renovasi fasilitas umum tidak dikesampingkan dengan alasan apapun,” tegas Gamalis, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, setiap pekerjaan renovasi fasilitas publik wajib mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Yang mengerjakan harus benar-benar memperhatikan kualitasnya. Percuma selesai tapi cepat rusak,” jelasnya.

Dia mengatakan, insiden jatuhnya plafon sangat berbahaya karena bisa berujung fatal apabila terjadi saat aktivitas masyarakat sedang padat.

“Untungnya tidak sampai menimbulkan korban, tapi ini tidak boleh dianggap sepele dan jangan sampai terjadi,” jelasnya.

Ia pun berpesan kepada kontraktor yang nantinya melakukan perbaikan maupun renovasi lanjutan agar bekerja sesuai standar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Kelalaian dalam pekerjaan konstruksi bukan hanya merugikan pemerintah, tetapi juga membahayakan masyarakat.

“Saya minta kontraktor bekerja dengan benar dan profesional agar tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Gamalis menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong pembangunan yang berpihak pada masyarakat. 

Seluruh fasilitas umum yang dibangun harus memberikan rasa aman, nyaman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.“Fasilitas umum itu harus aman, nyaman, dan bisa digunakan dalam waktu lama,” pungkasnya. (*)