BERAU TERKINI – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan wakilnya Seno Aji baru satu tahun menjabat, sudah ditinggal para pendukungnya pada Pilgub 2024 lalu.
Seperti sikap yang diambil oleh DPW PKB Kaltim yang dikomandoi Syafruddin.
Pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Dapil Kaltim itu tegas menyatakan tak akan mendukung Rudy Mas’ud-Seno Aji dalam gelaran Pilgub selanjutnya.
Dalam laporan Bontang Post, Syafruddin menyebut jika PKB tak akan mendukung pasangan kepala daerah tersebut baik melalui skema pemilihan langsung atau pun tak langsung.
“PKB tidak akan mendukung beliau,” kata Syafruddin.

Sikap ini merupakan hasil evaluasi terhadap dinamika politik beberapa tahun terakhir.
Hambatan komunikasi dan situasi politik yang tidak kondusif menjadi alasan utama.
PKB menilai hubungan yang memanas tidak lagi sejalan dengan visi partai untuk membangun Kalimantan Timur.
Alih-alih melanjutkan dukungan, PKB memilih berada di luar pemerintahan saat ini guna menyiapkan strategi baru yang lebih mandiri.
Selain itu, PKB mengkritik kinerja pemerintah provinsi, khususnya banyaknya jabatan eselon di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih diisi Pelaksana Tugas (Plt).
PKB menilai Plt terbatas kewenangan, sehingga program kerja menjadi stagnan dan tidak berjalan maksimal.
Dengan resminya PKB meninggalkan Rudy Mas’ud, bursa pencalonan Gubernur Kaltim 2029 diprediksi makin kompetitif.
Langkah ini menandai sinyal awal bahwa PKB siap membangun kekuatan baru, baik dari kader internal maupun koalisi dengan partai lain yang sejalan.
Keputusan ini diperkirakan memicu pergerakan partai politik lain di Kaltim untuk menyesuaikan strategi menghadapi dinamika politik yang semakin memanas.

