BERAU TERKINIAda perubahan ukuran bentang jembatan yang menyebabkan DPUPR Berau menunda proses pemasangan jembatan bailey di Kampung Mapulu, Kelay.

Proses perbaikan jembatan yang putus di Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay, Berau, mengalami penundaan akibat perubahan desain.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa semula jembatan pengganti direncanakan memiliki panjang bentang 30 meter.

Namun, setelah dilakukan komunikasi dengan warga setempat, diketahui bentangan awal masih berisiko terendam banjir jika debit air sungai meningkat.

“Jadi kami harus ubah desainnya dan lakukan penghitungan ulang,” ujar Junaidi.

Padahal sebelumnya DPUPR Berau merencanakan pembangunan jembatan bailey atau jembatan non permanen, yang sebenarnya dapat dipasang dalam waktu sekitar satu bulan.

Perubahan ukuran bentang itu membuat DPUPR Berau harus memesan ulang material dengan ukuran yang sesuai. Selain itu, material yang digunakan kali ini berasal dari pabrik yang berbeda dengan sebelumnya.

“Semua bahan baru sudah tersedia di kantor Pekerjaan Umum. Tinggal menunggu pendistribusian ke Mapulu, tapi itu masih tergantung pada ketersediaan anggaran perubahan,” tambah Junaidi.

Sejak jembatan lama hanyut pada Mei 2025, akses masyarakat di Kampung Mapulu terganggu. Perbaikan jembatan ini diharapkan dapat segera dilakukan agar mobilitas warga kembali lancar.(*)