BERAU TERKINI – Harapan masyarakat untuk menikmati layanan kesehatan di rumah sakit baru kian mendekati kenyataan.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau tengah mematangkan berbagai persiapan teknis, mulai dari pengadaan alat kesehatan hingga skema perekrutan tenaga medis yang akan bertugas.
Koordinator Perizinan Fasilitas Kesehatan Dinas Kesehatan Berau, Ratna Latif, menjelaskan, pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2025.
Proses pengadaan intensif dilakukan pada periode Oktober hingga Desember tahun lalu.
Saat ini, sejumlah alat kesehatan telah tiba di lokasi dan mulai menjalani tahap uji fungsi pada Jumat pekan lalu untuk memastikan kelayakannya sebelum digunakan secara resmi.
“ABT tahun lalu, tahun 2025, sudah ada pembelanjaan, ABT tahun lalu sekitar Oktober, November, Desember,” ungkap Ratna kepada Berauterkini, Selasa (24/2/2026).

Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM), pihak rumah sakit hingga saat ini belum membuka rekrutmen secara umum.
Hal ini dikarenakan proses tersebut masih menunggu rekomendasi resmi dari Kementerian Kesehatan.
Untuk tahap awal, pemenuhan tenaga kesehatan akan diambil dari fasilitas kesehatan yang sudah ada terlebih dahulu.
Proses rekrutmen tenaga baru secara spesifik baru akan dilaksanakan setelah rumah sakit melalui tahap visitasi oleh tim teknis guna mendapatkan izin operasional.
“Rekrutmen itu nanti kan setelah kami divisitasi di awal, divisitasi untuk kelayakan operasionalnya,” jelas Ratna.
Adapun kebutuhan tenaga kerja yang diproyeksikan berjumlah kurang dari 100 orang.
Formasi ini mencakup tenaga teknologi informasi (IT), rekam medis, hingga tenaga medis inti.
Layanan rumah sakit ini nantinya akan berkembang secara bertahap.
Pada fase awal operasional, direncanakan baru akan tersedia tiga jenis layanan spesialis sambil menunggu rekomendasi pengembangan lebih lanjut dari Kemenkes.
“Jadi, untuk spesialis mungkin belum banyak seperti yang kami rencanakan di awal karena belum ada rekomendasi dari Kemenkes,” ujarnya.
Setelah proses rekrutmen selesai, para tenaga kesehatan terpilih nantinya akan dibekali dengan berbagai pelatihan khusus.
Selain itu, persiapan akreditasi rumah sakit juga menjadi agenda utama pasca visitasi.
Penilaian akreditasi ini akan mencakup evaluasi menyeluruh terhadap berbagai standar kelayakan sebuah fasilitas kesehatan.
“Berbagai hal, mulai dari pelayanan sampai yang lain ya, pokoknya banyak aspek yang dinilai,” pungkasnya. (*)
