TANJUNG REDEB – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau terus mendorong peningkatan kualitas perpustakaan sekolah dan kampung melalui program akreditasi.
Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantosa, menjelaskan, pihaknya melakukan pendataan terlebih dahulu, kemudian memberikan pembinaan dan sosialisasi terkait akreditasi.
“Setelah pendataan, kami undang untuk pembinaan dan sosialisasi. Lalu dilihat mana yang siap dan akan kami fokuskan pembinaannya. Setelah benar-benar siap, baru kami usulkan untuk akreditasi,” jelas Yudha pada Berauterkini.
Tahun ini, terdapat sekitar 20 perpustakaan yang menjadi target akreditasi.
Tahap pertama telah dilakukan pada 10 perpustakaan, sementara tahap kedua dijadwalkan pada September dan Oktober mendatang, meliputi perpustakaan sekolah maupun kampung.
Menurut Yudha, proses akreditasi tidaklah mudah. Karena itu, Dispusip berupaya membantu perpustakaan yang merasa siap, namun masih memiliki kekurangan dalam persyaratan.
“Selama ini, dari hasil pendataan, bagi yang belum akreditasi kami dorong untuk melengkapi persyaratannya. Bahkan jika ada yang merasa siap, kami bantu prosesnya. Kami akui memang proses akreditasi itu agak sulit,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan pendampingan yang intensif, semakin banyak perpustakaan di Berau yang terakreditasi, sehingga kualitas layanan dan akses literasi masyarakat dapat meningkat. (*)
