BERAU TERKINI – Tsunami minor terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara usai gempa besar di Maluku Utara.
BMKG telah resmi mencabut peringatan tsunami di beberapa daerah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Sebelumnya peringatan tsunami dikeluarkan usai gempa dengan kekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang Maluku Utara.
Kepala Pusdatin BNPB Abdul Muhari mengatakan pihaknya telah menerima adanya tsunami minor yang terjadi di wilayah pesisir Timur Sulawesi Utara dan pesisir Barat Maluku Utara.
“BNPB telag menerima informasi adanya kenaikan muka air laut di beberapa tempat di pesisir timur Sulawesi Utara dan pesisir barat Maluku Utara,” ujar Abdul Muhari dikutip dari keterangan resmi BNPB.
“Ketinggian air yag teramati berkisar 10-76 centimeter, sehingga kami pastikan telah terjadi tsunami minor,” jelasnya.
Adapun untuk korban jiwa tercatat 1 orang meninggal dunia di Manado usai tertimpa runtuhan gedung.
BNPB mengimbau kepada warga di Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk tidak kembali ke rumah atau fasilitas perkantoran dan pendidikan sampai gedung tersebut dinyatakan aman.
“Kemudian untuk dampak gempa BNPB sudah menerima informasi satu korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan di gedung KONI Manado,” ucapnya.
“Kami mengimbau kepada saudara kami di Manado, Bitung, Minahasa Utara, Ternate jangan dahuu memasuki rumah fasilitas-fasilitas tolong dijauhi dulu, pastikan kelaikan gedung itu sebelum digunakan kembali,” pesannya.

Sebelumnya diberitakan, BMKG mencatat gempa bumi dengan kekuatan 7,6 Magnitudo di wilayah Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026) pukul 05:48:16 WIB.
Usai gempa besar tersebut, BMKG pun menyampaikan potensi tsunami yang akan terjadi di wilayah perairan Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan potensi tsunami sebesar 0,5 hingga 3 meter terjadi di perairan Maluku Utara hingga Sulawesi Utara.
“Gempa bumi ini berpotensi tsunami di Ternate, Tidore, Bitung dengan status siaga dengan ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter,” kata Teuku Faisal Fathani dikutip dari siaran YouTube BMKG.
Dia juga menjelaskan terjadinya gempa bumi susulan atau aftershocks dengan kekuatan hingga 5,5 Magnitudo.
Adapun anomali peningkatan ketinggian air laut atau potensi tsunami terekam di Halmahera Barat hingga Bitung.
“Hingga pukul 07:00 WIB hasil monitoring BMKG menunjukan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitude terbesar 5,5,” jelasnya.
“Hasil obeservasi ketinggian tsunami terdeteksi di Halmahaera Barat, Bitung, dan Minahasa Utara,” katanya.
“Tsunami diperkirakan masih berlangsung dan BMKG akan terus melakukan monitor, pastikan infromasi resmi dari BMKG yng tersedia di kanal resmi BMKG,” jelasnya.

