BERAU TERKINI – Rencana pembangunan gedung UMKM Center yang merupakan program prioritas sejak periode pertama Sri Juniarsih-Gamalis mulai dilakukan.

Dalam tahap awal, Pemerintah Kabupaten Berau menggelontorkan anggaran Rp400 juta untuk melakukan perencanaan sekaligus feasibility study (FS) dengan melibatkan tenaga ahli dalam kajian tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, mengatakan, dalam kajian tersebut masih berupa penyusunan konsep desain ruang, sehingga belum sampai pada tahap penentuan ukuran fisik bangunan.

“Belum menentukan ukuran bangunan, masih merumuskan ruangan apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi gedung UMKM,” ujar Hendra, beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, setelah laporan pendahuluan selesai, lalu dilanjutkan dengan laporan antara dan kemudian laporan akhir. 

Tahap berikutnya adalah proses pelelangan fisik bangunan. Namun, hal itu baru bisa dilakukan setelah memastikan ketersediaan anggaran.

“Prosesnya bertahap. Setelah laporan akhir rampung, barulah kita masuk ke pelelangan fisik. Itu pun menunggu ketersediaan anggaran. Jadi saat ini masih fokus perencanaan dulu,” ungkapnya.

Hendra menambahkan, untuk perencanaan anggaran saat ini disiapkan sekitar Rp 400 juta. Namun angka tersebut hanya untuk proses perencanaan, belum menyentuh pembahasan mengenai besaran anggaran pembangunan fisiknya.

Lebih lanjut, Hendra menegaskan, pembangunan gedung UMKM ini berbeda dengan pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP).

Meski begitu, kedua gedung tersebut memang direncanakan berada dalam satu kawasan yang sama.

“Gedung UMKM lebih difokuskan untuk mendukung kegiatan usaha mikro kecil menengah, sementara MPP untuk pelayanan publik terpadu,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya gedung UMKM ini, pelaku usaha di Berau akan memiliki ruang yang representatif untuk mengembangkan produk dan mengakses berbagai fasilitas pembinaan.

Meski demikian, Hendra menegaskan kembali bahwa tahapannya harus dilalui dengan cermat agar pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Kita ingin hasilnya maksimal,” tutupnya. (*)