BERAU TERKINI – Peningkatan penyaluran beras SPHP terjadi berkat program Gerakan Pangan Murah atau GPM.
Perum Bulog Cabang Berau mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Jumat, (26/9/2025), telah mencapai sekitar 600 ton.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya.
Kepala Bulog Berau, Lucky Ali Akbar mengungkapkan bahwa lonjakan angka penyaluran tersebut merupakan hasil dari sinergi lintas sektor, khususnya dengan Kodim 0902/Berau, Polres Berau, serta Pemerintah Kabupaten Berau melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terus digencarkan di berbagai titik wilayah.
“Peningkatan ini tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak melalui pelaksanaan GPM yang masif dan berkelanjutan. Kerja sama yang solid ini sangat membantu mempercepat distribusi beras SPHP ke masyarakat yang membutuhkan,” ujar Lucky saat dihubungi Berauterkini.co.id, Jumat (26/9/2025).
Lebih lanjut, Lucky menegaskan bahwa stok beras SPHP di Kabupaten Berau saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung kebutuhan penyaluran, meskipun Bulog tidak sedang melakukan proses penyerapan tambahan dari petani lokal atau pihak ketiga.
“Meski saat ini kami belum menyerap beras tambahan, namun stok yang tersedia di gudang masih mencukupi sesuai dengan target distribusi SPHP dalam program GPM,” jelasnya.
Menurutnya, ketersediaan beras SPHP yang ada saat ini diperkirakan dapat menopang kebutuhan penyaluran selama dua bulan ke depan. Tak hanya itu, terdapat pula tambahan pasokan yang tengah dalam perjalanan menuju Berau, serta stok cadangan yang sedang dalam proses pengolahan di sentra produksi lokal.
“Dengan adanya tambahan pasokan dan pengolahan tersebut, kami optimis bahwa ketersediaan beras SPHP di Berau akan tetap aman hingga akhir tahun 2025,” imbuh Lucky.
Bulog Berau, kata Lucky, berkomitmen untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga beras SPHP di masyarakat, serta memastikan agar distribusinya tepat sasaran, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan dengan harga terjangkau.
“Prinsip kami adalah menjaga ketersediaan dengan harga yang tetap bisa dijangkau masyarakat, terutama di tengah tantangan ketahanan pangan yang kita hadapi bersama,” katanya.
Lucky menyebutkan, untuk harga beras SPHP yang dijual pihaknya masih Rp 60.000 per 5 kilogram, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di Berau adalah Rp 65.500. Sedangkan HET untuk per kilogramnya mencapai Rp 13.100. Hal ini sesuai dengan ketentuan Bapanas untuk zona Kalimantan.
Untuk itu, ia terus mengimbau kepada penjual di warung dan toko swalayan di Berau, agar tidak menjual beras SPHP melebih HET yang telah ditetapkan.
“Kami juga selalu melakukan pengecekan, ke warung-warung dan toko-toko agar mereka tidak menjual beras SPHP lebih dari HET. Kalau mereka ingin ambil untung boleh, asal jangan lewat dari HET,” ucapnya.
Lucky juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat, terhadap peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan di Berau.(*)
