TANJUNG REDEB – Penyakit pasca banjir mulai menjangkiti warga korban luapan air Sungai Kelay yang berlangsung selama hampir dua pekan.
Dalam catatan Dinas Kesehatan Berau, selama 1-9 Mei 2025, di Kecamatan Sambaliung terdapat korban terdampak banjir dengan penyakit yang beragam.
Beberapa kampung di Sambaliung menjadi titik terparah bencana banjir yang berdampak pada ribuan korban.
Sebagai contoh, di Dusun Nyapa Indah, Sambaliung, tercatat 37 warga telah memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dengan keluhan Acute Nasopharyngitis atau virus yang menjangkiti korban dengan gejala hidung tersumbat, bersin, hingga sakit tenggorokan.
Lalu, di Kampung Inaran, penyakit kulit juga mendera warga, seperti Tinea Pedis, yang telah didiagnosa tenaga kesehatan menjangkiti sebanyak 3 orang.
Penyakit kulit juga tertinggi dialami warga di Kampung Pegat Bukur, di mana sebanyak 6 pasien telah didiagnosa mengalami Tinea Pedis.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, mengatakan, jangkitan penyakit tersebut secara mandiri diperiksakan oleh warga melalui faskes yang beroperasi pasca banjir.
“Itu catatan yang diberikan saat banjir,” kata Lamlay.
Selain penyakit tersebut, ada pula penyakit yang menyerang pencernaan atau diare. Keluhan itu didapatkan saat petugas surveilans melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah.
“Ada juga keluhan diare,” sebutnya.
Dalam penanganan langsung, pihaknya memerintahkan kepada para petugas untuk memberikan salep kepada penderita penyakit kulit.
Lamlay menegaskan, stok salep di faskes cukup untuk memenuhi pengobatan warga di beberapa kampung.
“Stok salep kita banyak, itu bisa langsung diberikan,” tuturnya.
Saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan kepada para korban banjir di tiap kampung.
Ia juga memperingatkan potensi pertumbuhan nyamuk demam berdarah yang dapat bertumbuh di bekas genangan banjir.
“Ini juga yang bahaya, jadi bisa dibersihkan saat warga melakukan pembersihan sisa banjir,” pesannya.Saat ini, pihaknya juga telah menerjunkan surveilans untuk melakukan pendataan penyakit warga yang menderita sakit demi memutakhirkan data yang saat ini dikelola. (*/Adv)
