TANJUNG REDEB – Kabag Kesra Setkab Berau Mulyadi menjelaskan pihaknya sudah menindaklanjuti kritik dari KPMKB Makassar soal Beasiswa Berau Cerdas.
Kepala Bagian Kesra Setkab Berau Mulyadi menanggapi kritik dari Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB) Cabang Makassar, yang meminta adanya transparansi terhadap program Beasiswa Berau Cerdas.
Mulyadi mengatakan, mereka yang tidak lolos, padahal IPK-nya setara dengan rekannya yang lolos, bisa mengirimkan nama lengkap beserta NIK atau nomor KTP, agar pihaknya bisa segera mengurus permasalahan tersebut.
Menurut Mulyadi, KPMKB Cabang Makassar sebelumnya sudah pernah melaporkan permasalahan ini kepada Kesra Berau.
Setelah itu, pihaknya menindaklanjuti dengan meminta daftar nama-nama mahasiswa yang merasa dirugikan karena tidak lolos dalam program Beasiswa Berau Cerdas, meski IPK-nya tinggi.
“Jadi mereka ini hanya mengatasnamakan kawan-kawan mereka, dan mempertanyakan kenapa temannya ada yang masuk, ada yang tidak. Padahal, saat itu saya sudah meminta mereka untuk membuat daftar nama-nama yang merasa dirugikan karena tidak masuk dalam daftar atau tidak lolos,” kata Mulyadi saat menghubungi Berauterkini.co.id, Selasa (26/8/2025).
Sayangnya, sampai hari ini KPMKB Makassar tidak pernah melampirkan data-data atau nama-nama rekan yang tidak lolos, meski IPK-nya tinggi atau setara dengan rekannya yang lolos.
“Jika kami sudah pegang nama-namanya yang merasa dirugikan itu, kami akan cek dan kami akan memberikan penjelasan secara akurat. Karena pendaftaran ini kan melalui sistem yang dibuat bekerja sama dengan Kominfo,” jelasnya.
Mulyadi menerangkan di tahun ini, kuota program Beasiswa Berau Cerdas di tahap pertama untuk pelajar hanya 590 penerima, sedangkan untuk mahasiswa kuotanya sebanyak 528 penerima.
Dengan begitu, bagi mereka yang mendapatkan nomor urut melebihi batasan kuota, maka tidak akan lolos di tahap pertama. Mengingat, di tahap ini menyesuaikan dengan anggaran murni yang ada.
“Artinya, Kesra Berau menyesuaikan terlebih dahulu anggaran murni pada program beasiswa ini berapa. Jadi kami mengumumkan sesuai dengan kuota di tahap pertama karena sudah sesuai dengan besaran anggaran yang ada. Nanti di anggaran belanja tambahan, kami umumkan yang lolos berikutnya di tahap kedua,” terangnya.
Kendati begitu, bagi mereka yang belum lolos di tahap pertama dan merasa dirugikan, bisa segera mengirimkan nama lengkap dan NIK nya kepada Kesra Berau untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci.
Mulyadi mengimbau, kepada mahasiswa atau pelajar yang belum lolos di tahap pertama, untuk bersabar. Pasalnya, kemungkinan besar mereka akan lolos di tahap kedua. Mengingat anggaran beasiswa tidak bisa disalurkan sekaligus, alias bertahap.
“Jadi anggarannya ini engga bisa disalurkan semuanya sekaligus di tahap pertama. Maka itu lah yang membuat ada beberapa anak dengan IPK besar tetapi belum lolos. Masih ada pengumuman tahap kedua,” kata dia.
Terakhir, ia bilang, bantuan beasiswa ini diprioritaskan kan untuk pelajar dan mahasiswa yang benar-benar tidak mampu. Setelah itu, barulah yang berdasarkan prestasi. Untuk diketahui, program Beasiswa Berau Cerdas tersebut, untuk pelajar mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta, dan mahasiswa senilai Rp 4 juta yang disalurkan setiap satu tahun sekali.
Sebelumnya diberitakan, Ketua KPMKB Makassar, Khairul Bakhtiar, mengungkap adanya kejanggalan dalam proses seleksi yang menimbulkan keraguan akan keadilan program tersebut.
Ia mencontohkan kasus nyata yang dialami langsung oleh rekannya sebagai bukti adanya masalah dalam sistem seleksi. Di mana, dua temannya itu memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) setara dan administrasi lengkap, tetapi memiliki nasib yang berbeda saat mendaftar beasiswa.
“Dua kawan saya, sama-sama mengurus administrasi dan memiliki IPK yang setara. Tapi hasilnya berbeda, satu dinyatakan lolos, satunya lagi ditolak, tanpa ada penjelasan apa pun,” ungkap Khairul.
