JAKARTA – Salah seorang pelaku penculik dan pembunuh Kepala Kantor Cabang BRI diduga seorang pengusaha bimbel.

Polda Metro Jaya terus mengusut kasus penculikan dan pembunuhan dengan korban MIP (35) Kepala Kantor Cabang BRI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Diketahui, MIP diculik oleh sekelompok orang saat tengah berada di parkiran supermarket di Jakarta Timur pada Rabu (19/8/2025).

Beberapa hari kemudian jasad MIP ditemukan di Bekasi dengan kondisi tubuh bagian wajah dililit lakban.

Polisi pun mendalami kasus ini, di mana hingga saat ini sudah ada 4 orang terduga pelaku yang diamankan. Para pelaku memiliki peran masing-masing dalam kasus ini.

Terbaru, salah seorang pelaku dengan inisial DH diduga sebagai dalang di balik penculikan dan pembunuhan MIP. Pelaku DH diketahui merupakan pengusaha bimbingan belajar atau bimbel online.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary menyampaikan, penyidik telah mengamankan total 15 orang untuk dimintai keterangan terkait kasus penculikan dan pembunuhan tersebut.

“Saat ini masih terus bekerja, setidaknya kami update ada 15 orang yang diamankan. Enam di antaranya diamankan oleh Subdit Resmob, dan sembilan orang oleh Subdit Jatanras,” ujar Kombes Ade Ary, Selasa (26/8/2025) dikutip dari Beritasatu.

Polisi pun telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, salah satunya adalah DH, seorang pengusaha bimbel online. DH disebut sebagai otak utama dalam perencanaan penculikan dan pembunuhan.

Selain DH, polisi juga menangkap C alias K di di kawasan elit Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Minggu (24/8/2025) kemarin.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Subdit Jatanras dengan mendatangi sebuah rumah di kawasan perumahan mewah PIK, Jakarta Utara.

Pelaku yang ditangkap berinisial C alias Ken, diduga kuat menjadi otak intelektual dari aksi kejahatan keji ini. Penangkapan C merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan sebelumnya yang sudah mengamankan tiga pelaku intelektual lainnya di wilayah Solo, Jawa Tengah, masing-masing berinisial DH, YJ, dan AA.

Sosok C alias Ken diyakini sebagai koordinator rencana eksekusi, termasuk menentukan lokasi dan eksekutor lapangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary menyampaikan bahwa proses penyidikan masih berlangsung dan dilakukan secara hati-hati serta mendalam. “Mohon waktu, terhadap 15 orang ini masih terus dilakukan pendalaman,” ujarnya.

Polda Metro Jaya menekankan, seluruh tahapan penyidikan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Tim dari Subdit Jatanras saat ini terus menggali bukti dan keterangan saksi demi mengungkap motif dan alur kejadian secara menyeluruh.

Motif di balik pembunuhan ini masih didalami lebih lanjut. Pihak kepolisian belum merinci apakah berkaitan dengan urusan pribadi, profesional, atau ekonomi.