BERAU TERKINI Penerapan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau telah sukses membawa dampak signifikan pada efisiensi administrasi pemerintahan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, Yudha Budisantosa, menjelaskan bahwa aplikasi ini membuat pengelolaan arsip digital menjadi lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, keunggulan utama SRIKANDI adalah sistemnya yang terintegrasi, di mana setiap arsip yang dikelola OPD akan otomatis terhubung dengan sistem di OPD lainnya.

“Jika sudah menggunakan SRIKANDI, berarti pengelolaan arsip sudah terintegrasi secara otomatis, memudahkan akses dan pencarian dokumen,” ujar Yudha, Sabtu (15/11/2025).

Aplikasi ini juga dilengkapi sistem keamanan ketat yang mampu membedakan arsip berdasarkan tingkat kerahasiaan, seperti arsip terbuka dan arsip tertutup.

“Dampaknya sudah terasa dalam hal efisiensi waktu dan sumber daya, karena pengelolaan arsip bisa dilakukan lebih cepat, lebih transparan, dan tanpa harus terhambat oleh masalah ruang penyimpanan fisik,” tutup Yudha.

Tantangan Digitalisasi Arsip Fisik

Meski sukses menerapkan SRIKANDI untuk arsip dinamis (baru), Yudha mengakui Dispusip masih memiliki tantangan besar dalam mendigitalisasi arsip fisik (lama).

“Kami belum melakukan digitalisasi untuk arsip fisik karena terbentur dengan sarana dan prasarana yang belum memadai,” tuturnya.

Ia menjelaskan, program tersebut sudah pernah diajukan, namun kondisi keuangan daerah masih belum memungkinkan untuk pengadaan sarana yang dibutuhkan.

Meski begitu, Dispusip Berau berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan teknologi kearsipan sesuai petunjuk dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). (adv)