BERAU TERKINI – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bergerak cepat merespons ancaman abrasi yang mengintai Pulau Kaniungan, Kecamatan Bidukbiduk.

Pria yang akrab disapa Harum ini menginstruksikan jajarannya untuk segera menghitung kebutuhan anggaran pembangunan dinding penahan abrasi guna menyelamatkan salah satu aset wisata unggulan tersebut dari risiko kehilangan daratan.

Harum mengakui memiliki keresahan yang sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau terkait dampak kerusakan lingkungan yang mulai mengikis bibir pantai pulau eksotis itu.

Sebagai langkah konkret, Harum akan menerjunkan tim dari Dinas Pariwisata serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kaltim untuk meninjau langsung lokasi.

Tim tersebut ditargetkan untuk segera mendapatkan data lapangan serta menghitung proyeksi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik dinding penahan ombak.

“Nanti akan dikaji seperti apa pola penanganannya. Kami perlu menimbang dulu seberapa besar kebutuhannya sebelum memutuskan kebijakan anggaran,” ujar Harum saat ditemui di Hotel Mercure Berau, Kamis (18/12/2025) pagi.

Meski berkomitmen melindungi Pulau Kaniungan, Harum menekankan, rencana ini harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Saat ini, Kaltim tengah melakukan efisiensi anggaran, di mana APBD 2026 diproyeksikan berada di angka Rp15 triliun, atau turun dari proyeksi awal sebesar Rp22 triliun.

Jika kebutuhan anggarannya masih rasional dan tidak mencapai angka ratusan miliar, proyek ini akan diprioritaskan demi keberlangsungan pulau.

Mengingat APBD 2026 saat ini sudah disahkan, Harum membuka peluang untuk memasukkan proyek penyelamatan pulau ini pada masa APBD Perubahan tahun depan.

Semua keputusan nantinya akan diambil dengan mempertimbangkan skala prioritas dan urgensi penanganan di lapangan agar aset berharga Kaltim tetap terjaga. (*)