BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menggelar Gebyar Apresiasi Program Bangga Kencana yang merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam membangun keluarga berkualitas.
Program Bangga Kencana menekankan delapan fungsi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting yang kini menjadi agenda prioritas nasional.
Di sisi lain, keberadaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) juga menjadi bagian penting dalam pendidikan kependudukan di tingkat satuan pendidikan.
Melalui SSK, sejumlah mata pelajaran diintegrasikan dengan materi kependudukan dan keluarga berencana, lengkap dengan pojok kependudukan sebagai sumber belajar siswa.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengapresiasi pelaksanaan Program Bangga Kencana.
Dia juga menegaskan pentingnya upaya menciptakan keluarga yang tangguh dan berkualitas.
Gamalis menilai, keberhasilan Program Bangga Kencana sangat berkaitan dengan kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi 2045.
“Ini langkah nyata untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas,” kata Gamalis saat membuka Program Bangga Kencana di Ballroom Hotel Bumi Segah, Jumat (31/10/2025).
“Saya instruksikan seluruh perangkat terkait bekerja lebih optimal. Pastikan kesehatan anak sebagai generasi masa depan tetap terjaga, karena merekalah yang akan membawa kemajuan daerah dan negara,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan Gebyar Apresiasi Program Bangga Kencana III, Pemkab Berau berharap semangat mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera semakin menguat, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dan masyarakat dalam pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.
Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah, mengatakan, pelaksanaan Program Bangga Kencana di daerah terus menunjukkan perkembangan positif.
Seluruh kampung di Kabupaten Berau kini telah masuk dalam kategori Kampung KB.
Menurut Rabiatul, saat ini sudah terbentuk 100 persen Kampung KB di Berau, dengan rincian 16 kategori dasar, 29 berkembang, 7 mandiri, dan 58 berkelanjutan
“Untuk SSK, sejak 2022 telah hadir di 13 kecamatan dengan total 20 SSK jenjang SD, 23 SMP, dan 6 SMA,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Kaltim, Nurizky Permanajati, menegaskan, keluarga berencana pada masa kini tidak lagi semata terkait alat kontrasepsi, namun lebih kepada persiapan keluarga secara menyeluruh.
“Silakan menentukan jumlah anak sesuai keinginan, tetapi kualitasnya harus dijaga. Kesehatan dan pemenuhan hak anak menjadi hal yang wajib,” kata Nurizky.
“Saat ini, tantangan kita masih pada angka stunting yang berada di atas 20 persen, sehingga diperlukan kerja bersama semua pihak,” pungkasnya. (*/Adv)
