BERAU TERKINI – Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan tak mau bersikap berlebihan di tengah kabar batalnya kebijakan pemotongan transfer ke daerah (TKD) yang ramai beberapa waktu belakangan.
Sri Juniarsih menyatakan tak mau mengambil sikap di tengah kabar yang masih simpang siur.
Bahkan, Sri Juniarsih mengaku sudah mengirimkan tim dari Pemkab Berau ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan untuk mencari kepastian pemotongan TKD.
“Minggu lalu tim sudah berangkat, cari tahu informasi yang lebih valid,” kata Sri Juniarsih, Selasa (23/9/2025).
Dia tak mau kecewa karena menaruh harapan besar di tengah ketidakpastian kebijakan pemangkasan tersebut.
Namun, yang hendak dipastikan, pemerintah saat ini masih menggantungkan harapan pada dana perimbangan tersebut.
Tak hanya komunikasi ke pusat, dana yang mengalir dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga turut dicari kepastiannya. Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim juga menjadi nafas anggaran pembangunan di Bumi Batiwakkal.
Berkaca dalam pembangunan infrastruktur tahun lalu, Sri mencontohkan, jalan di kawasan pesisir dibangun menggunakan dana Bankeu 2024.
“Kami juga komunikasi ke Pemprov,” ujarnya.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengatakan informasi yang diterima pemerintah tetap terjadi pemotongan TKD yang berkisar 50-70 persen.
Situasi ini membuat pemerintah menyiapkan berbagai macam alternatif ketika kebijakan tersebut diterapkan.
“Kami juga masih menunggu keputusan baru dari Kemenkeu,” kata dia.
Dia mengungkapkan, diperlukan tahapan panjang ketika pemangkasan TKD tetap dilakukan. Sebab proyeksi APBD telah ditetapkan dan harus diberikan penyesuaian ketika belanja daerah tak sesuai dengan proyeksi APBD tahun depan.
“Karena memang prosesnya kan panjang, masih ada waktu hingga akhir tahun nanti,” terang dia. (*)
