BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menggelar festival Kuliner Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) guna memperkenalkan keragaman pangan yang bebas dari tepung dan beras.
Festival B2SA sendiri sudah digelar tiga tahun berturut-turut untuk memastikan pengembangan menu yang enak untuk konsumsi di rumah tangga.
Menu dalam festival itu dibagikan secara gratis agar menjadi panduan bagi setiap rumah tangga untuk mengolah makanan yang sarat akan gizi dan aman dikonsumsi.
“Ini cara untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang warga di Berau,” kata Staf Ahli Setda Berau, Warji, di Ruang Rapat Sangalaki, Rabu (24/9/2025).
Menurutnya, ketergantungan terhadap sumber makanan cepat saji saat ini menjadi tren yang sulit dilepaskan dari gaya hidup masyarakat.
Pola hidup yang tak sehat itu dapat memengaruhi kualitas hidup yang mengancam masa depan.
“Makanan (cepat saji) itu berbahaya kalau dikonsumsi setiap hari, lebih baik olahan dari bahan yang sehat,” ujarnya.
Dia pun berharap agar gerakan kuliner B2SA dapat terus berinovasi menciptakan olahan makanan yang kreatif yang dapat menumbuhkan minat anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat.
“Silakan datang, perhatikan menu-menu sehatnya,” ucapnya.
Dirinya juga berpesan agar para pengelola hotel, penginapan, maupun resort dapat menambahkan menu makanan tradisional khas Berau.
Langkah ini dianggap cukup baik dalam mempromosikan makanan khas Bumi Batiwakkal kepada para tamu yang menginap.
“Itu bisa memberdayakan para juru masak lokal,” pesannya.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rahmadi Pasarakan, menambahkan, intervensi program tersebut telah sampai ke kampung.
Melalui program dinas, pihaknya telah mendatangi organisasi perempuan, seperti PKK di setiap kecamatan, memberikan edukasi terkait keragaman pangan.
“Kami lakukan sosialisasi ke sekolah juga,” ucapnya.
Secara statistik, skor Pola Pangan Harapan (PPH) Berau mencapai 85,7 poin atau berada 10 poin di bawah standar nasional.
Sehingga, program tersebut penting dalam mengintervensi skor PPH Berau agar keragaman pangan menjadi budaya positif di masyarakat.
“Ini masih bisa kita kejar,” imbuhnya.
Program B2SA ini juga diharapkan dapat diintervensi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberadaan 30 dapur SPPG di Berau dapat memberikan makanan sehat secara langsung kepada para siswa dan ibu hamil secara kontinu.
“Ini dapat menjadi salah satu menu pilihan MBG,” tuturnya. (*/Adv)
