BERAU TERKINI – Belasan pengemudi ojek online atau ojol dari Gojek, Grab, dan Maxim, menyampaikan kekecewaan mereka atas aplikator yang dinilai tidak berlaku adil terhadap para mitra kepada Pemerintah Kabupaten Berau.

Ketua Gabungan Driver Roda Dua (Garda) Berau, Didin Haerudin, mengatakan, sistem aplikasi yang diterapkan aplikator dianggap sangat merugikan para pengemudi ojol.

Dia menjelaskan, para pengemudi ojol mengeluhkan tentang sistem Aceng pada aplikasi Gojek dan Slot di Grab.

Aceng dan Slot adalah layanan pesan antar makanan yang menetapkan tarif lebih rendah dibandingkan dengan tarif standar pengantaran biasa.

Dalam sistem ini, driver hanya mendapatkan Rp5.000-6.000 per pengantaran, jauh lebih rendah dari tarif biasa yang bisa mencapai Rp8.000.

Selain itu, pada sistem ini, jika ada dua pesanan yang diambil dari tempat yang sama dengan tujuan berbeda, driver hanya mendapatkan Rp8 ribu untuk kedua pengantaran tersebut. Hal itu dianggap tidak sebanding dengan jarak dan waktu yang ditempuh.

“Ini sangat mencekik driver, tapi memang memberikan keuntungan bagi para user,” kata Didin saat bertemu Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, di Ruang Rapat Kakaban, Setda Berau, Senin (8/9/2025).

Didin menjelaskan, potongan besar pada tarif ini sangat memberatkan para driver, terutama karena uang yang diperoleh harus digunakan untuk membeli saldo, mengisi bensin kendaraan, dan biaya perawatan sepeda motor.

“Semoga pemerintah dapat menjadi perpanjangan tangan rakyat untuk menyampaikan aspirasi ini,” sebutnya.

Dalam pertemuan itu, setidaknya terdapat empat tuntutan yang disuarakan, di antaranya penghapusan sistem slot, penghapusan sistem dobel order, penyetopan penerimaan mitra baru, dan pengadaan kantor perwakilan.

Empat tuntutan tersebut rencananya akan disampaikan dalam aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Berau, Selasa (10/9/2025).

Didin menegaskan, aksi tersebut merupakan unjuk rasa damai yang akan digelar sebagai bentuk solidaritas atas aksi yang telah dilaksanakan para driver di level nasional.

“Kami komitmen untuk menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Sekkab Said menegaskan, pemerintah mendukung kesejahteraan para driver ojol. Pihaknya meminta para ojol untuk membuatkan surat tuntutan yang akan dibubuhi tanda tangan Bupati Berau Sri Juniarsih.

“Nanti surat itu akan ditembuskan ke kantor aplikator sampai ke pemerintah pusat,” tutur Said.

Said mengaku merupakan pengguna setia aplikasi ojek online untuk antar jemput anaknya sekolah.

“Saya ini pengguna juga, mempermudah kerja orang tua yang punya anak,” tegasnya.

Dirinya memberikan catatan agar penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan tertib tanpa menciptakan kerusuhan massa.

Said menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga kondusifitas daerah demi pertumbuhan ekonomi Bumi Batiwakkal.

“Semoga bisa tertib dan kondusif,” pungkasnya. (*/Adv)