BERAU TERKINI – Kebijakan kerja dari rumah atau work from home yang dicanangkan pemerintah pusat demi menghemat penggunaan energi khususnya BBM.

Kenaikan harga minyak dunia berdampak pada meningkatnya subsidi BBM untuk kebutuhan dalam negeri.

Kondisi itu berdampak pada keuangan negara khususnya pengeluaran di sektor energi.

Guna menghemat anggaran dan energi, pemerintah pusat mencanangkan penerapan kerja dari rumah atau WFH bagi ASN.

Tak hanya ASN, wacana WFH juga akan diterapkan bagi pekerja di sektor swasta dan juga ASN di daerah.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, wacana WFH hanya diterapkan sebanyak satu kali dalam sepekan atau lima hari kerja.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Instagram/@airlanggahartarto_official)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Instagram/@airlanggahartarto_official)

Meski demikian, Airlangga Hartarto belum memutuskan, kapan kebijakan WFH akan diterapkan.

“Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi waktu kerja, di mana akan dibuka fleksibilitas untuk WFH dalam satu hari dalam lima hari kerja,” ujar Airlangga Hartarto dikutip dari laporan CNN Indonesia.

“Pasca Lebaran, tapi nanti kita tentukan waktunya. Nanti kita lihat situasinya, situasi harga minyak, situasi perang. Jadi kita ikuti situasi yang berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini penerapan kebijakan WFH bakal menghemat pengeluaran negara khsusunya di sektor subsidi BBM.

Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dengan menerapkan WFH maka sektor ekonomi lain seperti pariwisata berpeluang meningkat.

“Ada hitungan kasar sekali. Bukan saya yang hitung. Mereka hitung (hemat BBM saat WFA)kalau kasar lah sehari, lupa saya. Tapi seperlima-limanya kira-kira 20 persen saya bilang,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.

“Jadi saya pikir tiga hari tuh lumayan tuh. Banyak aktivitas di rumah dan mungkin turisme juga,” jelasnya.