BERAU TERKINI – Pembangunan Balai Latihan Kerja di Berau ditargetkan selesai pada akhir 2025 mendatang.

Progres pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Berau terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Hingga pekan ketiga September 2025, pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 62,83 persen.

Informasi tersebut disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Ridho Septian Rahman, yang memastikan bahwa pembangunan masih berjalan sesuai jadwal. Target penyelesaian fisik tetap mengacu pada kontrak, yakni rampung pada 22 Desember 2025.

“Sampai saat ini tidak ada hambatan yang berarti di lapangan. Material untuk tahap finishing juga sudah kami pastikan datang tepat waktu sehingga progres berjalan lancar,” ujar Ridho saat dikonfirmasi, Senin (29/9/2025).

Proyek pembangunan BLK ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau. Ridho menyebut, bangunan tersebut berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare, dengan nilai kontrak sebesar Rp 8,99 miliar. Dari sisi keuangan, penyerapan anggaran tercatat telah mencapai 55 persen.

Dia menambahkan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku. Selain itu, pengawasan ketat juga diterapkan untuk memastikan mutu bangunan agar mendukung fungsi BLK secara optimal sebagai pusat pelatihan tenaga kerja.

“Setiap material dan tahapan pekerjaan selalu kami awasi ketat agar hasil akhir sesuai standar. Kami ingin memastikan bangunan ini benar-benar siap menunjang kegiatan pelatihan nantinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ridho menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan juga menjadi perhatian utama. Pihak pelaksana proyek melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga manfaat pembangunan bisa dirasakan sejak proses konstruksi berlangsung.

Setelah pembangunan selesai, ia bilang, pengelolaan BLK akan berada di bawah kewenangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau. Bahkan, rencananya akan dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus untuk mengelola kegiatan pelatihan secara lebih terstruktur.

“BLK ini rencananya akan menjadi wadah penting dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja. Kemudian, untuk program pelatihan juga sudah dirancang dalam DED (Detail Engineering Design) dengan melibatkan Disnakertrans,” imbuhnya.

Dinas PUPR Berau juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila terjadi keterlambatan pengerjaan. Menurut Ridho, mekanisme pengawasan yang mengacu pada ketentuan kontrak akan diberlakukan secara tegas, mulai dari pemberian teguran hingga penerapan sanksi seperti Sanksi Cacat Mutu (SCM), jika ditemukan ketidaksesuaian hasil pekerjaan.

“Tapi sejauh ini progres masih aman ya, masih sesuai jadwal. Kami optimistis pembangunan BLK bisa diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan fisik BLK rampung pada akhir Desember 2025.

Setelah rampung, ia mengatakan bahwa Disnakertrans akan mengajukan anggaran pengadaan peralatan pelatihan kepada DPRD Kabupaten Berau agar BLK bisa langsung difungsikan.

“Asrama peserta sudah selesai dibangun, tinggal gedung pelatihan yang masih dalam proses. Kami juga telah mengajukan permohonan pengadaan peralatan ke DPRD. Harapannya, Januari 2026 sudah bisa dimanfaatkan untuk pelatihan kerja,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli juga mengatakan bahwa pembangunan BLK ini sepenuhnya dipercayakan kepada Dinas PUPR Berau pelaksana teknis pembangunan BLK.