BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau membuka revisi naskah rencana strategis setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merespons pengurangan dana perimbangan pemerintah pusat.
Hal itu merupakan representasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan.
“Tentu akan dilakukan penyesuaian ya,” kata Bupati Berau, Sri Juniarsih, Rabu (15/10/2025).
Sri menyebut, pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) akan berdampak besar terhadap setiap program prioritas pemerintah daerah.
“Karena setiap OPD pasti ada kegiatan strategis, itu akan kembali direvisi, tapi ini bagian dari antisipasi saja,” ujarnya.
Dia mengungkapkan salah satu program strategis yang akan terdampak yakni pemenuhan kebutuhan operasional di RSUD Tanjung Redeb.
Keterbatasan anggaran daerah akan memengaruhi belanja daerah untuk pengadaan alat kesehatan.
“Termasuk kebutuhan rumah sakit ya,” imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya masih terus berupaya untuk menjalankan koordinasi di tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).
Tim tersebut ditugaskan untuk mematangkan kebutuhan prioritas pemerintah daerah yang mesti menyentuh langsung ke masyarakat.
“Program pro rakyat harus tetap berjalan,” sebutnya.
Sri mengingatkan, keputusan anggaran saat ini belum ditetapkan sebab pemerintah masih melakukan proses pematangan kegiatan dalam rancangan APBD 2026.
Sebelumnya, Sri memproyeksi penurunan APBD Berau hingga Rp2,6 triliun awalnya sekitar Rp5,6 triliun.
“Ini masih belum bulat, kami masih terus bangun koordinasi ke Pemprov Kaltim,” ujarnya. (*/Adv)
