TANJUNG REDEB – Memperkuat identitas daerah melalui olahraga tradisional dianggap menjadi salah satu metode ampuh dalam meningkatkan ekonomi.
Olahraga tradisional disebut punya daya tarik besar di kalangan publik di tengah gempuran olahraga modern yang saat ini sedang digandrungi publik.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan, UMKM akan mendapatkan banyak kesempatan untuk meningkatkan taraf ekonomi melalui event olahraga yang digelar di setiap kampung.
Dia mencontohkan, lomba perahu naga di Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, beberapa waktu, yang disebut sebagai salah satu event olahraga yang mampu mencuri perhatian publik lokal.
“Event ini masih digandrungi, banyak penontonnya kan, baik untuk pelaku UMKM,” kata Gamalis.
Kehadiran olahraga tradisional di setiap kampung diharapkan dapat menjadi daya tarik baru dalam meningkatkan kunjungan wisata.
Menurutnya, meskipun terdapat banyak kampung belum memiliki destinasi wisata unggulan, namun event olahraga dapat dijadikan daya tarik untuk mengundang wisatawan.

“Kita memiliki banyak peluang itu yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Gamalis menyampaikan, minat besar wisatawan dapat ditopang melalui aktivitas olahraga tradisional yang unik dan menarik.
Jejak sejarah pun disebut dapat menjadi sisi pendukung dalam mewujudkan harapan tersebut.
“Bisa diolah ini agar bisa menjadi daya tarik bagi calon wisatawan,” ungkapnya.
Melalui event pariwisata, Gamalis meyakini Berau dapat bertumbuh menjadi kota yang ideal dan mampu bertahan di tengah masa transisi ekonomi saat ini.
Sehingga, dia mendorong setiap kampung untuk dapat terlibat aktif dalam merumuskan kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi kampung.
“Banyak kampung yang dilalui Sungai Kelay dan Segah, bisa menunjang kegiatan olahraga tradisional,” terang dia.
Sementara itu, Kepala Dispora Berau, Amiruddin, menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menumbuhkan iklim olahraga modern maupun tradisional.
Dukungan itu diberikan melalui skema bantuan dana yang diberikan kepada kampung untuk menyelenggarakan event olahraga tradisional.
“Anggaran tentu tersedia, proposal pasti akan kami terima,” sebutnya.
Diketahui, Selasa (8/7/2025) lalu, Gamalis resmi menutup lomba perahu naga yang digelar selama hampir sepekan.
Ratusan penonton tumpah ruah di tepi Sungai Kelay untuk memberikan dukungan dan menikmati lomba perahu naga yang digelar di Kampung Pegat Bukur. (*/Adv)
