SAMARINDA – Upaya pengejaran yang dilakukan Polresta Samarinda terhadap sindikat pencurian modus pecah kaca berakhir di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pelarian para pelaku terhenti secara dramatis setelah satu di antaranya tewas saat berupaya kabur dari sergapan petugas.
Kronologi kasus ini bermula pada 3 Juli 2025 lalu. Sebuah mobil Pajero yang diparkir di depan Warung Makan Nur Hidayah, Jalan Abdul Muthalib, Samarinda, menjadi sasaran. Para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp45 juta beserta sejumlah sertifikat hak milik.
Kapolresta Samarinda Hendri Umar dalam konferensi pers pada Rabu (16/7/25), menjelaskan bahwa komplotan ini telah membuntuti korbannya sejak dari bank. Korban yang baru saja menarik uang tidak menyadari pergerakannya diikuti oleh empat pelaku yang menggunakan dua sepeda motor.
“Empat orang pelaku ini dengan dua motor ini mulai dari bank, bank mandiri sudah membututi, mereka sudah mengidentifikasi,” tutur Hendri.
Setelah berhasil beraksi, para pelaku segera melarikan diri keluar pulau. Mereka terdeteksi bergerak dari Samarinda ke Balikpapan, lalu terbang menuju Surabaya sebelum akhirnya melanjutkan pelarian ke Kupang.
Namun, jejak mereka berhasil diendus tim gabungan. Pada 6 Juli 2025 dini hari, tim opsnal dari Polresta Samarinda dan Polda NTT menggerebek persembunyian mereka di sebuah hotel di Kupang. Dua pelaku ditangkap di depan hotel, sementara dua lainnya bersembunyi di dalam kamar.
Saat akan ditangkap, satu pelaku berinisial BR nekat melarikan diri melalui plafon kamar hotel. Nahas, plafon tersebut jebol dan ia jatuh hingga mengalami luka berat. BR dinyatakan meninggal dunia dua hari kemudian saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Hendri membenarkan sindikat ini merupakan pemain lintas provinsi. Tiga pelaku lain yang berhasil ditangkap hidup-hidup adalah SB warga Bengkulu, H warga Lubuk Linggau, dan VA warga Curup. Mereka semua merupakan residivis kasus serupa.
“Kita berhasil mengungkap sindikat pecah kaca yang berasal dari wilayah Sumatera bagian Selatan. Mereka sengaja datang ke Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, untuk beraksi,” ujarnya.
Ketiga tersangka kini telah dibawa ke Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara jenazah BR dipulangkan ke kampung halamannya. Hendri pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat membawa uang tunai dalam jumlah besar.
“Tolong tingkatkan kewaspadaannya,” tutup Hendri. (*)
