BERAU TERKINI – Peremajaan terhadap manajemen RSUD dr Abdul Rivai dinilai mendesak untuk dilakukan jika pelayanan terhadap pasien tak kunjung membaik.

Dewan Pengawas RSUD dr Abdul Rivai, Hendratno, menyoroti pegawai yang banyak mengeluh dan tidak profesional dalam bekerja dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau saya prinsipnya komando, kalau tidak baik performanya, langsung diganti saja,” tegas Hendratno, Selasa (14/10/2025).

Hendratno menyadari, menjalankan operasional rumah sakit selama 24 jam bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran tingkat tinggi dalam mengendalikan emosi setiap pegawai.

Oleh karenanya, pemerintah menempatkan tenaga kesehatan yang telah berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut.

“Kalau kita ada di dalam mungkin baru kita merasakan beratnya menjalankan tanggung jawab itu,” ujar Hendratno.

Dia menyebut, peremajaan dalam manajemen organisasi di daerah merupakan siklus yang normal dalam instansi pemerintah.

Hendratno mengaku telah dimutasi beberapa kali hingga duduk sebagai Asisten I Sekretariat Kabupaten Berau saat ini.

“Mutasi, peremajaan, itu biasa saja,” ungkapnya.

Di tengah gelombang protes publik yang terus bergulir saat ini, menurutnya proses peremajaan dapat dilakukan kapan saja.

Sebab, dalam proses pengawasan kinerja, para pegawai akan dipantau secara internal untuk mendapatkan penilaian langsung dari atasan maupun kepala daerah.

Dalam hal ini, pemerintah diwakilkan oleh dewan pengawas sebagai pemilik rumah sakit tersebut.

Hendratno berpesan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan perbaikan pelayanan dengan cepat. Hal itu untuk memastikan pelayanan prima dirasakan oleh para pasien.

Hal itu juga untuk menjalankan setiap rekomendasi yang diamanatkan Bupati Berau yang beberapa waktu lalu memberikan evaluasi terhadap pelayanan di rumah sakit.

“Itu harus dijalankan dan segera lakukan perbaikan layanan. Kan sudah ada gedung baru yang lebih representatif,” pesannya. (*)