BERAU TERKINI – Kondisi cuaca dengan ombak yang tinggi menyebabkan nelayan jarang melaut sehingga pasokan ikan berkurang dan harga ikan naik.
Sejumlah pedagang ikan mengungkapkan penyebab harga ikan di Berau naik.
Edi, salah satu pedagang ikan di Jalan Manunggal Tanjung Redeb menjelaskan, saat ini sedang terjadi musim ombak atau bulan janda.
Dia menjelaskan, bahwa bulan janda adalah ketika para nelayan takut untuk melaut, karena tingginya ombak bisa menyebabkan nelayan terkena lemparan ombak dan tenggelam ketika menjaring ikan.
Akibatnya, pasokan ikan ke lapak-lapak menjadi terbatas. Hal itu memengaruhi harga jual para pedagang ikan.
“Kebetulan bulan ini kan laut lagi musim ombak. Ada namanya bulan desember bulan januari, kebetulan ini bulan janda”, ungkap Edi, Jumat (7/11/2025).
“Permintaan banyak stok sedikit harganya melambung tinggi, meskipun enggak terlalu tinggi, ya sedang-sedang ajalah. Biasanya layang normalnya Rp 45 ribu, Rp 40 ribu sekarang jadi Rp 50 ribu, nelayannya agak kurang dapat kan”, sambungnya.

Edi menjelaskan, bahwa kondisi pemasok ikan di Berau terlampau kurang, maka ikan akan dikirim dari Bontang, Tarakan, dan Balikpapan.
“Tapi kalau misalnya bulan bulan 8, 9, 10, itu aman-aman aja stok ikan di Berau ini. Kalau sudah bulan 11, 12, 1, itukan musim angin kencang”, jelasnya.
Di musim ombak seperti sekarang ini, ikan yang paling banyak ditangkap adalah ikan yang ditangkap dari muara, seperti ikan bandeng, ikan nila, ikan patin, ikan baung, ikan salap, dan udang-udang sungai.
Adapun ikan laut seperti ikan tongkol, ikan tuna, ikan putih, ikan layang agak berkurang.
Pedagang ikan lainnya yakni Irwan juga mengungkapkan kenaikan harga ikan.
Menurut Irwan ada banyak faktor yang menyebabkan kenaikan harga ikan, mulai dari cuaca hingga tenggelamnya kapal.
“Karena gelombang ini. Di Talisayan kan ada kapal yang tenggelam, bulan terang, sama cuaca di laut”, kata Irwan.

Pedagang ikan lain, Suharni, juga membenarkan adanya kenaikan harga ikan.
“Terang bulan, kadang orang ke lautan kencang angin”, ungkap Suharni.
Kenaikan harga ikan mencakup semua jenis ikan, seperti ikan tongkol, ikan tuna, ikan putih, ikan layang, bahkan udang.
Menurut Suharni, kenaikan harga ikan bervariasi mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per kilo. (*)
